#

Proaktif Pantau Rumah Warga Rusak, Bupati Nganjuk Salurkan Bantuan RTLH Rp 20 Juta

Nganjuk, PING – Kepedulian terhadap warga yang membutuhkan tempat tinggal layak terus diwujudkan melalui kolaborasi berbagai pihak. Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menyerahkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta kepada Warsidi, warga Desa Jatirejo, Kecamatan Loceret, Kamis (5/11/2026).

Bantuan tersebut merupakan hasil sinergi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Nganjuk sebesar Rp10 juta dan Corporate Social Responsibility (CSR) PT IRFAI sebesar Rp10 juta. Dukungan ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kondisi rumah Warsidi agar menjadi tempat tinggal yang lebih layak dan nyaman bagi keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Marhaen menyampaikan bahwa bantuan RTLH kali ini merupakan bentuk kepedulian yang datang dari pihak swasta melalui program CSR, bukan semata-mata bersumber dari anggaran Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu kekuatan dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ia juga mengapresiasi PT IRFAI yang telah menunjukkan kepedulian sosial dengan ikut bergotong royong membantu warga Nganjuk. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

“Alhamdulillah, ini kita bantu bersama-sama, termasuk dukungan dari keluarga besar. Yang pertama, kita bedah rumah ini bukan dari Pemda, tetapi bagusnya melalui CSR PT IRFAI. Semangat untuk terus melanjutkan, mari kita bangun Nganjuk bersama-sama. Gaspol untuk masyarakat,” ungkapnya.

Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendorong berbagai bentuk kepedulian agar semakin banyak warga yang dapat terbantu. Ia berharap semangat gotong royong seperti ini dapat terus tumbuh, terutama dalam membantu masyarakat yang kondisi ekonominya membutuhkan perhatian.

Sementara itu, Rofiq, perwakilan PT IRFAI, menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaannya berangkat dari kepedulian terhadap kondisi sebagian masyarakat Nganjuk yang masih memiliki rumah tidak layak huni. Melihat kondisi tersebut, pihaknya tergerak untuk ikut memberikan bantuan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Kami tergerak melihat kondisi sebagian warga Nganjuk yang rumahnya tidak layak huni. Karena itu, kami ingin ikut bergotong royong bersama Pak Bupati untuk membantu masyarakat. Beliau juga sangat konsen terhadap persoalan ini, bahkan sering menghubungi kami dan mengirimkan informasi rumah warga yang perlu dibantu,” tutur Rofiq.

Ia menambahkan, dukungan CSR untuk membantu masyarakat Nganjuk telah dilakukan sejak tahun sebelumnya. Pihaknya berharap kerja sama dan kepedulian tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

“Sudah dari tahun lalu sampai sekarang kami ikut membantu. Semoga ke depannya kami bisa terus berkontribusi dan membantu warga Nganjuk,” imbuhnya.

Tidak hanya menyerahkan bantuan untuk perbaikan rumah Warsidi, dalam kegiatan tersebut Bupati Marhaen juga membagikan bantuan sembako kepada warga di sekitar lokasi RTLH. Bantuan ini menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat sekitar agar manfaat kegiatan sosial dapat dirasakan lebih luas.

Melalui kolaborasi Baznas, dunia usaha, dan pemerintah daerah, upaya membantu masyarakat mendapatkan hunian yang layak diharapkan semakin kuat. Semangat gotong royong ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari langkah nyata dan kerja sama untuk meringankan beban sesama.