Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk terus memperkuat komitmen dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman antara Pemkab Nganjuk dengan PT Agrinas Pangan Nusantara di Ruang Rapat Peringgitan Pemkab Nganjuk, Jumat (6/11/2026).
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi dalam pengembangan kawasan sentra produksi pangan di Kabupaten Nganjuk. Kerja sama tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), terutama berkaitan dengan pemanfaatan aset-aset daerah untuk mendukung pelaksanaan program.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret untuk mengoptimalkan berbagai potensi daerah. Menurutnya, Kabupaten Nganjuk memiliki sumber daya alam dan potensi pertanian yang besar sehingga perlu didukung dengan pengembangan kawasan produksi pangan yang terarah.
"Ini adalah langkah konkret. Setelah MoU, nanti kita lanjutkan dengan PKS, kaitannya dengan pemanfaatan aset-aset," ungkap Bupati Marhaen.
Ia menyebut sejumlah komoditas unggulan Nganjuk, mulai dari padi, bawang merah, jagung hingga kedelai, memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Salah satu perhatian yang disampaikan adalah komoditas kedelai, mengingat kebutuhan nasional selama ini masih sangat bergantung pada impor yang diperkirakan mencapai sekitar 95 persen. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi daerah untuk meningkatkan produksi kedelai melalui optimalisasi sektor pertanian.
Selain peningkatan produksi, Bupati Marhaen juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan dalam kegiatan pertanian. Ia mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya memanfaatkan hasil alam, tetapi turut menjaga kelestariannya melalui berbagai kegiatan bersama, termasuk penanaman pohon dan pelibatan generasi muda.
"Kita bersama-sama menjaga alam, maka alam akan menjaga kita. Kita tidak hanya menanam dan mengambil hasilnya, tetapi juga harus menjaga lingkungan," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Kawasan Sentra Produksi Pangan PT Agrinas Pangan Nusantara, Brigjend Blasius Popylus, menjelaskan bahwa perusahaan tersebut dibentuk sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan program ketahanan dan swasembada pangan nasional. Dalam pelaksanaannya, PT Agrinas Pangan Nusantara memiliki sejumlah strategi, di antaranya peningkatan produktivitas pertanian, pembinaan kelembagaan petani, serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi pertanian.
Ia menambahkan, strategi tersebut diwujudkan melalui perluasan kawasan sentra produksi pangan, modernisasi alat dan mesin pertanian, mekanisasi, digitalisasi, serta pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT). Pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas sektor pertanian.
Menurut Brigjend Blasius, petani harus ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan pertanian, bukan sekadar objek. Dengan demikian, petani tidak hanya memperoleh manfaat dari hasil panen, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan produksi hingga pemasaran hasil pertanian.
"Harapan kita, kegiatan pertanian bukan semata-mata untuk menyejahterakan petani, tetapi petanilah yang menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai Kabupaten Nganjuk memiliki keunggulan strategis untuk dikembangkan sebagai kawasan sentra produksi pangan. Posisi geografis yang mendukung, masyarakat yang mayoritas bergerak di sektor pertanian, serta kekayaan sumber daya alam di bidang pangan menjadi alasan kuat pemilihan Nganjuk sebagai salah satu kawasan pengembangan.
Dalam implementasinya, pengembangan kawasan pangan akan mencakup tiga agenda utama, yakni agronomi, agroindustri, dan agrobisnis. Ketiganya meliputi kegiatan budidaya pertanian, pengolahan hasil produksi, hingga pengembangan usaha dan pemasaran komoditas pertanian. Melalui pendekatan tersebut, petani diharapkan dapat terlibat lebih luas dalam rantai pasok sehingga manfaat ekonomi yang diperoleh semakin optimal.

Brigjend Blasius juga menekankan bahwa keberhasilan program membutuhkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga desa, masyarakat, perguruan tinggi, media, dan sektor swasta. Menurutnya, penandatanganan MoU menjadi landasan penting untuk memastikan kerja sama berjalan secara terarah, akuntabel, dan dapat ditindaklanjuti melalui program nyata.
Menutup sambutannya, Bupati Marhaen berharap pengembangan kawasan Pangan Nusantara di Kabupaten Nganjuk dapat menjadi proyek percontohan atau pilot project nasional. Pemkab Nganjuk, tegasnya, siap memberikan dukungan dan berkolaborasi dengan PT Agrinas Pangan Nusantara agar potensi pertanian daerah dapat berkembang sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
"Kami berharap agenda Pangan Nusantara di Nganjuk ini menjadi pilot project nasional. Apa yang bisa kami bantu, apa yang perlu disupport, pemerintah daerah siap mendukung. Yang penting semangat kita sama, Merah Putih," pungkasnya.