#

Tiket Wisata Ramah Kantong, Disporabudpar Nganjuk Catat Kenaikan Kunjungan hingga 20 Persen

Nganjuk, PING – Kebijakan penyesuaian tarif retribusi tempat rekreasi di Kabupaten Nganjuk terbukti efektif mendongkrak minat kunjungan wisatawan lokal maupun luar daerah. Keberhasilan regulasi tersebut dikupas tuntas dalam program dialog interaktif Dinamika Pagi di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM), Senin (21/9/2026).

Dialog yang disiarkan langsung dari studio RSAL FM di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Nganjuk ini mengangkat tema "Dari Regulasi Jadi Rekreasi: Saat Tiket Wisata Murah Bikin Kangen Nganjuk Berkali-Kali". Hadir sebagai narasumber Kepala Bidang Pengembangan Daya Tarik Destinasi Pariwisata (PDTDP) Disporabudpar Nganjuk, Indria Aksiomaningtiwi, S.A.B., M.A.P., dengan dipandu penyiar Etna Laila.

Indria Aksiomaningtiwi menjelaskan bahwa penyesuaian tarif tiket masuk mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Sejak regulasi ini resmi diberlakukan pada Januari 2026, tercatat tren lonjakan kunjungan wisatawan sebesar 15 hingga 20 persen di lima objek wisata milik pemerintah daerah.

Adapun lima destinasi yang dikelola langsung oleh Pemkab Nganjuk meliputi Air Terjun Sedudo, Air Merambat Roro Kuning, Pemandian Sri Tanjung, Taman Rekreasi Anjuk Ladang (TRAL), dan Goa Margo Trisno. Melalui aturan baru tersebut, sistem tarif tiket akhir pekan (weekend) yang sebelumnya lebih mahal kini dihapus dan diubah menjadi tarif tunggal (flat) setiap hari.

"Di Air Terjun Sedudo misalnya, tarif tiket kini berlaku flat dari Senin hingga Minggu, yakni Rp8.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk dewasa. Dampaknya sangat nyata, per Agustus 2026 jumlah kunjungan ke Sedudo menembus 28.245 wisatawan, meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 18.351 kunjungan," jelas Indria.

Pemandian Sri Tanjung juga tetap menjadi primadona penyumbang PAD tertinggi dengan catatan kunjungan mencapai 24.541 orang per Agustus 2026, disusul kenaikan signifikan di Goa Margo Trisno (Ngluyu) dari 1.943 menjadi 6.148 kunjungan, serta Roro Kuning yang melonjak ke angka 6.554 kunjungan. Sementara di TRAL, tiket masuk area taman hanya dipatok Rp2.000, serta tersedia paket rombongan renang dengan tarif khusus Rp3.000 per orang bagi minimal 10 pengunjung.

Selain memanjakan pelancong dengan harga murah, Perda tersebut juga menetapkan tarif sewa kios pedagang di kawasan Sedudo yang sangat berpihak pada warga sekitar, yaitu Rp3.000 per meter persegi per bulan atau sekitar Rp28.000 per kios. Kebijakan ini terbukti menghidupkan 38 kios UMKM lokal, khususnya ibu rumah tangga, melalui sajian kuliner khas seperti nasi jagung dan aneka olahan sayuran.

Menutup perbincangan, Indria menegaskan komitmen Disporabudpar untuk terus menjaga kebersihan toilet, kualitas air kolam, serta membuka ruang kolaborasi investasi bersama pihak ketiga untuk pengembangan kafe dan kuliner kekinian. Masyarakat pun diajak turut memajukan daerah dengan menggaungkan tagar #WisatadiNganjukAja serta ikut merawat fasilitas umum yang telah disediakan.