Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Aduan masyarakat tidak berhenti sebagai laporan. Melalui SIPPON (Sistem Informasi Pelayanan Pengairan Online), laporan terkait kondisi saluran irigasi di Desa Sambiroto, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, ditindaklanjuti dengan penanganan langsung di lapangan.
Laporan tersebut menjadi salah satu informasi bagi Bidang Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi jaringan irigasi. Dari hasil penanganan, dilakukan normalisasi saluran guna menjaga kelancaran aliran air.
Normalisasi dilakukan dengan membersihkan material yang menyebabkan pendangkalan pada saluran. Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, alat berat dikerahkan sehingga proses pembersihan dapat dilakukan pada bagian saluran yang membutuhkan penanganan.
Penanganan ini diarahkan untuk mempertahankan fungsi jaringan pengairan, terutama dalam mendukung kebutuhan air bagi pertanian masyarakat di wilayah Desa Sambiroto.
Keberadaan SIPPON memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai kondisi maupun gangguan pada jaringan irigasi. Laporan tersebut kemudian menjadi bahan bagi petugas untuk menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan.
Dengan mekanisme tersebut, komunikasi mengenai jaringan pengairan tidak hanya berlangsung dari pemerintah kepada masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut menyampaikan kondisi yang mereka temui secara langsung.
Kepala Desa Sambiroto, Ahmad Sarif, mengapresiasi tindak lanjut terhadap laporan masyarakat melalui SIPPON. Menurutnya, normalisasi saluran diperlukan agar aliran air dapat kembali berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Kami mengucapkan terima kasih atas tindak lanjut laporan masyarakat melalui SIPPON. Layanan ini sangat membantu karena masyarakat lebih mudah menyampaikan kondisi pengairan yang membutuhkan penanganan,” ujar Ahmad Sarif.
Ia berharap setelah dilakukan normalisasi, aliran air dapat kembali berjalan dengan baik sehingga pelayanan pengairan dapat mendukung kebutuhan masyarakat, terutama sektor pertanian.
“Dengan adanya normalisasi ini, kami berharap aliran air kembali lancar dan pelayanan pengairan dapat terus berjalan dengan baik, khususnya untuk mendukung kebutuhan para petani,” lanjutnya.
Tindak lanjut di Desa Sambiroto menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bagian dari proses penanganan jaringan pengairan. SIPPON menjadi sarana komunikasi yang membantu menyampaikan kondisi di lapangan kepada pengelola jaringan pengairan.
Melalui layanan tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk terus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam menjaga kondisi jaringan irigasi. Aduan warga menjadi informasi penting untuk membantu mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Dengan demikian, hadirnya SIPPON bukan sekadar menyediakan kanal pengaduan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan pengairan yang lebih responsif. Dari laporan masyarakat, dilakukan pengecekan, penanganan, hingga pekerjaan di lapangan yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi warga.