Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk bersama Kodim 0810/Nganjuk dan jajaran Forkopimda meresmikan Jembatan Garuda Merah Putih serta jalan desa di wilayah Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Rabu (7/10/2026). Infrastruktur tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan aktivitas masyarakat Desa Pinggir dan Desa Ketandan.
Peresmian dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bersama Wakil Bupati Nganjuk dan jajaran Forkopimda. Kehadiran infrastruktur baru ini menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah perdesaan sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat.
Jalan desa yang diresmikan memiliki panjang sekitar 282 meter dengan lebar kurang lebih 4 meter. Ruas tersebut menghubungkan wilayah Dusun Dukuh dan Kedungrejo di Desa Ketandan sehingga memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sementara itu, Jembatan Garuda Merah Putih merupakan jembatan beton dengan panjang 22 meter dan lebar 3 meter. Pembangunannya diselesaikan dalam waktu kurang lebih tiga bulan dan menjadi penghubung antara Dusun Bangkak, Desa Pinggir, dengan Desa Ketandan.
Sebelumnya, akses tersebut masih menggunakan jembatan kayu semi permanen. Dengan hadirnya jembatan beton, masyarakat kini memiliki akses yang lebih kokoh untuk mendukung mobilitas warga, termasuk dalam aktivitas pertanian dan pendidikan.
Dalam sambutannya, Dandim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, menyampaikan bahwa pemberian nama Garuda Merah Putih memiliki makna tersendiri. Garuda melambangkan kekuatan, kebersamaan, dan gotong royong, sedangkan Merah Putih menjadi identitas bangsa Indonesia.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri hingga masyarakat setempat. Semangat gotong royong tersebut diharapkan menjadikan jembatan sebagai “jembatan harapan” bagi warga.

Keberadaan jembatan dan jalan baru diharapkan dapat memperlancar pengangkutan hasil pertanian, membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat menuju berbagai fasilitas, serta mendukung peningkatan aktivitas ekonomi warga. Akses menuju sekolah bagi anak-anak di wilayah sekitar juga menjadi lebih mudah.
Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengungkapkan rasa syukur atas rampungnya pembangunan infrastruktur tersebut. Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menghadirkan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat.
Kang Marhaen mengingatkan masyarakat agar turut menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun. Menurutnya, infrastruktur tersebut merupakan hasil pembangunan yang bersumber dari pajak masyarakat sehingga harus dimanfaatkan dan dipelihara bersama agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Peresmian kemudian dilanjutkan dengan tradisi syukuran atau selametan bersama masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus doa untuk keselamatan dan kebermanfaatan infrastruktur tersebut.
Kegiatan dihadiri Bupati Nganjuk, Wakil Bupati Nganjuk, Dandim 0810/Nganjuk, Kapolres Nganjuk, Kajari Nganjuk, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Camat Lengkong, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Lengkong, serta masyarakat Desa Ketandan dan Desa Pinggir.
Dengan hadirnya Jembatan Garuda Merah Putih dan jalan desa tersebut, akses antarwilayah di Kecamatan Lengkong semakin terbuka. Infrastruktur ini diharapkan tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga menjadi penunjang bagi perkembangan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat perdesaan di Kabupaten Nganjuk.