#

Bukan Sekadar Seremonial, Pemkab Nganjuk Perluas Ruang Ekspresi Lewat Festival Literasi 2026

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali memperluas ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas di bidang literasi melalui Festival Literasi Nganjuk 2026. Memasuki volume kedua, kegiatan ini digelar selama tiga hari, 8–10 Oktober 2026 di Gedung Wanita Nganjuk, dengan rangkaian agenda yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Festival tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem literasi. Tidak hanya menghadirkan kegiatan membaca, festival juga menyediakan ruang untuk berdiskusi, berekspresi, berkompetisi, dan menghasilkan karya.

Plt Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk, Alwiah Supu Yusuf, menjelaskan bahwa festival tahun ini merupakan kelanjutan dari rangkaian Festival Literasi yang sebelumnya telah dilaksanakan pada April 2026.

Pada kegiatan sebelumnya, masyarakat telah dilibatkan dalam sejumlah perlombaan, di antaranya lomba bertutur untuk siswa SD/MI, lomba resensi tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, lomba menulis kisah inspiratif bagi guru, serta lomba menulis berbasis konten lokal untuk masyarakat umum.

Rangkaian tersebut kemudian diperluas melalui Festival Literasi Nganjuk 2026. Menurut Alwiah, festival dirancang agar masyarakat tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengekspresikan gagasan melalui tulisan dan berbagai bentuk kegiatan kreatif.

Salah satu agenda yang dihadirkan adalah Ngopi Literasi. Forum tersebut memberikan ruang diskusi dalam suasana yang lebih santai sehingga peserta dapat bertukar pengalaman, membicarakan gagasan, serta membangun komunikasi antara generasi muda, penulis, dan pegiat literasi.

Festival juga menghadirkan workshop kepenulisan yang dipandu Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 penulis lokal dan menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan peserta dalam menggali ide serta mengolahnya menjadi tulisan.

Selain kegiatan diskusi dan workshop, festival turut diisi berbagai kompetisi literasi. Pelajar SD/MI mengikuti lomba bertutur, sementara pelajar SMP hingga SMA/SMK mengikuti lomba resensi. Guru juga mendapat ruang melalui lomba menulis kisah inspiratif.

Masyarakat umum dapat berpartisipasi melalui lomba menulis yang mengangkat konten lokal. Ragam kategori tersebut membuat festival menjangkau peserta dari berbagai latar belakang sekaligus memberikan pilihan ruang ekspresi sesuai kemampuan dan pengalaman masing-masing.

Alwiah mengatakan, Festival Literasi Nganjuk diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Festival diarahkan menjadi ruang pertemuan bagi pembaca, penulis, guru, pelajar, akademisi, dan komunitas untuk saling berbagi pengetahuan serta membangun kolaborasi.

Dalam pembukaan festival, Wabup Trihandy memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Festival Literasi Nganjuk volume kedua. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya dengan melakukan evaluasi agar penyelenggaraan berikutnya semakin baik.

Pembukaan Festival Literasi Nganjuk 2026 turut dihadiri Ketua Gabungan Organisasi Wanita Nganjuk, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Nganjuk, jajaran kepala perangkat daerah, camat, akademisi, guru, pelajar, serta komunitas literasi. Melalui keterlibatan berbagai unsur tersebut, festival diharapkan menjadi salah satu ruang yang mempertemukan berbagai potensi literasi di Kabupaten Nganjuk.