Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Dari sebuah kawasan yang dibangun sebagai tempat baru bagi warga terdampak bencana, kini tumbuh sebuah kehidupan baru. Di Dusun Wonoasri, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, warga akhirnya memiliki tempat ibadah yang selama ini mereka nantikan.
Masjid Al-Hikmah resmi diresmikan pada Kamis (8/10/2026) oleh Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya (DSJ) Kolonel Arm Untoro Hariyanto bersama Forkopimda Kabupaten Nganjuk. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita di halaman masjid.
Bagi warga Wonoasri, berdirinya Masjid Al-Hikmah bukan sekadar bertambahnya bangunan di kawasan permukiman. Masjid ini menjadi bagian dari perjalanan panjang masyarakat yang harus meninggalkan tempat tinggal mereka setelah bencana tanah longsor melanda wilayah Selopuro, Ngetos, pada 2021.
Pasca bencana tersebut, sekitar 44 kepala keluarga (KK) direlokasi ke kawasan yang lebih aman di Dusun Wonoasri. Seiring waktu, kawasan itu berkembang dan kini dihuni sekitar 54 KK dengan 48 rumah yang telah berdiri.
Namun, ada satu kebutuhan yang belum sepenuhnya terjawab, yakni tempat ibadah yang layak. Sebelumnya, warga hanya mengandalkan sebuah musala kecil dengan kondisi yang terbatas, bahkan sebagian ruangnya berada di area terbuka.
Keinginan untuk memiliki masjid kemudian mulai diwujudkan. Wakil Bupati Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro atau Mas Handy, mengenang bagaimana awal pembangunan Masjid Al-Hikmah dimulai dengan kondisi yang sangat sederhana.
“Dulu awal peletakan batu pertama dilakukan secara sederhana bersama emak-emak, pakai tenda kecil. Mungkin karena takdir Allah, sehingga dapatnya berdiri kokoh Masjid Al-Hikmah tepat di belakang kita,” tutur Mas Handy.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Danrem 081/DSJ beserta jajaran, Dandim, serta pihak-pihak yang telah memberikan dukungan hingga pembangunan masjid dapat diselesaikan.
“Kami, Pemerintah Daerah, mengucapkan terima kasih banyak kepada Pak Danrem beserta seluruh jajaran, Pak Dandim, juga PT 2 Naga yang senantiasa membantu memberikan program, terkhusus pada kegiatan hari ini yaitu pembangunan dan penyelesaian Masjid Al-Hikmah yang insyaallah akan sangat bermanfaat untuk masyarakat Ngetos semuanya,” ujarnya.
Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, perjalanan pembangunan Masjid Al-Hikmah tidak dapat dilepaskan dari kondisi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Setelah direlokasi akibat bencana, warga perlahan membangun kembali kehidupan mereka di tempat baru.
Kini, selain menjadi tempat ibadah, masjid tersebut memiliki halaman yang cukup luas sehingga dapat menunjang aktivitas masyarakat. Keberadaannya sekaligus melengkapi fasilitas di kawasan permukiman yang terus berkembang.
Bagi Kolonel Untoro, selesainya pembangunan fisik masjid bukanlah akhir dari perjalanan. Justru setelah diresmikan, tantangan berikutnya adalah bagaimana masyarakat bersama-sama menghidupkan Masjid Al-Hikmah dengan kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Yang paling penting bukan hanya membangun masjidnya, tetapi bagaimana kita bersama-sama memakmurkannya. Semoga dari masjid ini akan lahir generasi-generasi yang berakhlak mulia dan memiliki kepedulian terhadap sesama,” pungkasnya.
Kini, setelah melalui proses yang tidak singkat, Masjid Al-Hikmah berdiri di tengah kawasan relokasi Wonoasri. Dari tempat yang lahir dari sebuah peristiwa bencana, tumbuh harapan baru agar masjid tersebut menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan, serta kehidupan keagamaan masyarakat.
Masjid Al-Hikmah pun diharapkan tidak hanya menjadi tempat warga menunaikan ibadah, tetapi juga menjadi titik tumbuh kebaikan bagi generasi muda dan masyarakat Dusun Wonoasri, Desa Ngetos, serta wilayah sekitarnya.