#

Museum Marsinah Hadir di Festival Literasi Nganjuk 2026

Nganjuk, PING – Museum Pahlawan Buruh Nasional Marsinah turut memeriahkan Festival Literasi Volume II Kabupaten Nganjuk Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, pada 8–10 Oktober 2026, di Gedung Wanita Nganjuk.

Kehadiran museum ini menjadi salah satu upaya untuk mengenalkan sejarah, perjalanan hidup, serta semangat perjuangan Marsinah kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Melalui stan Museum Marsinah, pengunjung dapat melihat secara langsung berbagai dokumentasi dan benda bersejarah yang berkaitan dengan sosok Marsinah, Pahlawan Buruh Nasional asal Nganjuk.

Koleksi yang dipamerkan antara lain foto-foto Marsinah, dokumentasi perjalanan hidupnya, jam tangan atau arloji yang berkaitan dengan tempatnya bekerja, serta hadiah pernikahan dari sang kakak yang menjadi salah satu kenangan berharga sebelum Marsinah wafat.

Dian, salah satu penjaga stan Museum Marsinah, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam Festival Literasi Nganjuk 2026. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat, terutama pelajar di Kota Bayu, untuk mengenal lebih dekat sosok Marsinah melalui dokumentasi dan benda-benda bersejarah yang dipamerkan.

Dengan ramah, Dian bersama rekan-rekannya memberikan penjelasan kepada pengunjung mengenai sejarah dan berbagai koleksi yang ditampilkan di stan Museum Marsinah.

“Ini ada foto Mbak Marsinah saat menghadiri prosesi pernikahan. Ada juga peninggalan berupa hadiah untuk Marsinah,” ujar Dian sembari menunjukkan foto dan benda yang dipamerkan kepada pengunjung.

Lebih lanjut, Dian menyampaikan bahwa Museum Marsinah yang berlokasi di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, juga terbuka untuk kunjungan masyarakat. Museum tersebut memiliki koleksi yang lebih lengkap sehingga pengunjung dapat menggali informasi lebih mendalam mengenai perjalanan hidup dan perjuangan Marsinah.

“Alhamdulillah, saat akhir pekan pengunjung museum cukup ramai. Pada hari-hari biasa, biasanya ada kunjungan dari dinas-dinas. Ada juga pengunjung dari luar negeri, termasuk dari Belanda, yang pernah datang langsung ke Museum Marsinah di Nglundo,” jelasnya.

Kehadiran Museum Marsinah dalam Festival Literasi Nganjuk 2026 diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menghargai perjuangan para tokoh bangsa.

Melalui pengenalan sejarah secara langsung, generasi muda diharapkan dapat mengambil pelajaran tentang keberanian, kepedulian terhadap sesama, serta semangat memperjuangkan keadilan.

“Kunjungan ini sangat berarti bagi kami dalam merawat ingatan serta meneladani semangat perjuangan Ibu Marsinah. Semoga kunjungan ini membawa banyak wawasan baru dan menginspirasi kita semua,” tutup Dian.

Partisipasi Museum Marsinah dalam festival ini juga menjadi bagian dari upaya merawat ingatan kolektif masyarakat terhadap perjuangan Marsinah. Semangat dan nilai-nilai perjuangannya diharapkan terus hidup, menginspirasi generasi penerus, serta menjadi bagian penting dari literasi sejarah dan budaya di Kabupaten Nganjuk.