#

Utamakan Pencegahan, Damkarmat Nganjuk Ingatkan Bahaya Bakar Sampah dan Lahan Terbuka

Nganjuk, PING – Kebakaran bukan sekadar urusan penanganan saat api membesar, melainkan bagaimana risiko bencana dapat ditekan sedini mungkin melalui langkah pencegahan yang konsisten. Komitmen tersebut diulas dalam program dialog interaktif Dinamika Pagi di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM), Senin (12/10/2026).

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk, yakni Kepala Bidang Pencegahan Handi Yunaidi, serta Analis Kebakaran Robby Widodo. Dipandu penyiar Etna Laila, dialog kali ini mengangkat tema "Pelayanan Publik yang Mengutamakan Pencegahan Bukan Sekedar Penanganan".

Kepala Bidang Pencegahan Damkarmat Nganjuk, Handi Yunaidi, memaparkan bahwa tugas pokok pemadam kebakaran mengacu pada Panca Dharma Pemadam Kebakaran, yang mencakup pencegahan dan pengendalian, pemadaman, penyelamatan (rescue), pemberdayaan masyarakat melalui edukasi, serta penanganan bahan berbahaya dan beracun (B3). Menurutnya, langkah preventif jauh lebih hemat biaya dan efektif ketimbang tindakan represif saat api sudah berkobar dan melahap kerugian material.

 

"Di tengah musim kemarau saat ini, sekitar 75 persen kejadian kebakaran di Nganjuk didominasi oleh kebakaran lahan terbuka dan tumpukan sampah. Masih ada kebiasaan masyarakat yang membakar seresah kebun atau sisa panen demi kepraktisan, padahal embusan angin kencang dapat membuat api menjalar dengan sangat cepat ke permukiman maupun kawasan hutan," terang Handi.

Sebagai inovasi pencegahan berkelanjutan, Damkarmat Nganjuk telah menyediakan dashboard edukasi publik daring yang memuat video panduan, informasi teknis, hingga statistik kebencanaan yang dapat diakses 24 jam oleh generasi muda dan masyarakat umum.

Sementara itu, Analis Kebakaran Robby Widodo menceritakan dinamika riil personel damkar di lapangan yang bersiaga tanpa henti selama 24 jam penuh. Ia menyoroti seringnya laporan yang terlambat masuk ke petugas karena warga awalnya mencoba memadamkan api sendiri secara swadaya, hingga akhirnya bangunan telanjur habis terbakar. Ia juga menyayangkan masih adanya kerumunan warga yang menonton lokasi kejadian dan parkir sembarangan hingga menghambat laju armada pemadam.

"Kami meminta masyarakat jika melihat titik api yang mulai tidak terkendali segera melapor ke Call Center Damkar atau melalui layanan darurat Nganjuk Siaga 112. Jangan menunggu api membesar. Kami juga mengimbau warga di pedesaan untuk tidak membangun gapura lorong gang yang terlalu rendah atau memasang atap penutup, agar truk damkar berkapasitas besar dapat masuk tanpa kendala," tegas Robby.

Terkait pasokan sarana, Damkarmat Nganjuk saat ini didukung oleh 16 unit tandon air cadangan (water torren) yang tersebar di wilayah strategis serta pos pemadam yang saling mem-backup wilayah 20 kecamatan se-Kabupaten Nganjuk. Selain memadamkan api, personel damkar juga rutin melayani evakuasi non-kebakaran (animal rescue), penanganan reptil/ular liar, hingga membantu evakuasi darurat warga lansia dan anak-anak.

Di akhir perbincangan, narasumber berpesan kepada seluruh warga untuk tidak lagi membersihkan pekarangan dengan cara membakar sampah, rutin mengecek instalasi regulator tabung elpiji, serta menjaga kelistrikan rumah demi mencegah potensi korsleting listrik.