#

Gandeng Duta Wisata Nganjuk, RSAL FM Kupas Kiat Cerdas Finansial dan Bahaya Pinjol Ilegal

Nganjuk, PING – Keterampilan mengelola keuangan pribadi serta kewaspadaan terhadap ragam modus kejahatan digital menjadi bekal krusial bagi generasi muda di tengah maraknya tawaran pinjaman daring dan investasi spekulatif. Urgensi literasi finansial tersebut dibedah tuntas dalam program dialog interaktif Dinamika Pagi di 105,3 Radio Suara Anjuk Ladang (RSAL FM), Sabtu (17/10/2026).

Dialog kali ini menghadirkan perwakilan Paguyuban Duta Wisata Kang Mas Mbak Yu Kabupaten Nganjuk, yakni Kang Mas Adrian bersama Mbak Yu Cinta. Keduanya merupakan delegasi resmi Kabupaten Nganjuk binaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) yang tengah berkompetisi dalam ajang Pemilihan Duta Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri 2026.

Mbak Yu Cinta menuturkan bahwa rangkaian kompetisi Duta OJK telah bergulir sejak akhir Juni dan akan mencapai puncaknya pada malam Grand Final di Kediri pada 24 Oktober mendatang. Sebagai implementasi pembekalan dari OJK Kediri, mereka menginisiasi gerakan edukasi daring melalui akun media sosial @ngertiuang, sekaligus turun langsung memberikan sosialisasi luring di lima titik wilayah Nganjuk yang menyasar pelajar tingkat dasar, remaja, hingga pelaku UMKM.

Kang Mas Adrian memaparkan bahwa pemahaman literasi keuangan bukan sekadar teori pencatatan uang saku, melainkan benteng proteksi diri agar terhindar dari jebakan pinjaman online (pinjol) ilegal serta judi online (judol) yang marak menyasar masyarakat awam. Ia menekankan pentingnya mengecek legalitas platform pembiayaan ke kanal resmi OJK sebelum menyetujui transaksi. Pinjol ilegal kerap menjerat korban melalui suku bunga yang mencekik, ancaman penyebaran data pribadi, hingga tata cara penagihan yang melanggar aturan.

"Bagi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan produktif, khususnya pelaku UMKM, OJK menyediakan skema pembiayaan usaha atau leasing resmi yang bunganya jauh lebih terjangkau dibanding meminjam uang tunai lewat aplikasi tidak berizin. Kuncinya ada pada kehati-hatian mengukur kemampuan bayar dan memastikan peruntukannya benar-benar untuk kegiatan produktif," terang Adrian.

Sebagai mahasiswa perantauan, keduanya turut membagikan kiat praktis pengelolaan anggaran harian. Adrian menyarankan pembagian proporsi 50 persen untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan atau relasi sosial, dan 20 persen disisihkan di awal sebagai tabungan dana darurat. Sementara itu, Mbak Yu Cinta menerapkan strategi batas transaksi (transaction limit) pada mobile banking, memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menyusun anggaran harian, serta menyisihkan tabungan emas digital berkala mulai dari nominal kecil.

Selain persoalan pinjol, mereka menyoroti modus penipuan baru berupa manipulasi stiker Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di lapak pedagang yang disalahgunakan menuju situs judi online. Konsumen dan pedagang diimbau selalu memverifikasi kesesuaian nama gerai sebelum menekan konfirmasi transfer, serta segera melaporkan kejanggalan transaksi ke pihak perbankan atau kanal Contact Center Bank Indonesia 131.

Menutup perbincangan, Kang Mas Adrian dan Mbak Yu Cinta meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk agar mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih juara pada grand final Duta OJK Kediri. Keduanya mengajak generasi muda untuk aktif membentengi diri dengan literasi finansial demi mewujudkan masa depan yang bebas dari tekanan finansial (say yes to financial freedom, say no to financial stress).