Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kabupaten Nganjuk diwarnai dengan semangat kreativitas peserta didik melalui Festival Lomba Siswa (FLS) cabang seni hadroh jenjang Sekolah Dasar (SD). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk tersebut berlangsung di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (20/10/2026).
Festival ini menjadi ruang bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam seni hadroh sekaligus memperoleh pengalaman tampil di hadapan publik. Sebanyak 20 tim dari 20 kecamatan ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Masing-masing tim terdiri atas sekitar 11 hingga 15 siswa yang telah dipersiapkan untuk mewakili kecamatan masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, mengatakan pelaksanaan festival tersebut merupakan bagian dari upaya memberikan ruang yang lebih luas bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di luar kemampuan akademik.
Menurutnya, proses pendidikan tidak cukup hanya diarahkan pada pencapaian nilai dan prestasi di ruang kelas. Anak-anak juga membutuhkan wadah untuk mengasah kreativitas, membangun kepercayaan diri, belajar bekerja sama, sekaligus mengenal nilai-nilai yang terkandung dalam seni dan budaya.
“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi akademik, tetapi juga berperan penting dalam mendukung karakter, mengembangkan kreativitas, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spirit pada para peserta didik,” jelas Puguh dalam laporan kegiatan.
Ia menjelaskan, pemilihan seni hadroh dalam rangkaian peringatan Hari Santri memiliki alasan tersendiri. Hadroh merupakan seni musik Islami yang memadukan lantunan sholawat, irama, kekompakan kelompok, serta penghayatan terhadap pesan-pesan keagamaan.
Karena itu, proses latihan hingga penampilan di atas panggung memberikan pengalaman yang cukup lengkap bagi siswa. Mereka belajar mempersiapkan penampilan secara bersama-sama, memahami pembagian peran, menjaga tempo permainan, serta menyesuaikan diri dengan anggota tim lainnya.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab sejak usia sekolah. Setiap peserta tidak hanya dituntut menguasai bagian yang menjadi tanggung jawabnya, tetapi juga harus mampu menjaga kekompakan agar penampilan kelompok dapat berjalan dengan baik.
Dinas Pendidikan juga menempatkan festival ini sebagai bagian dari pembinaan karakter. Nilai-nilai religius yang diperkenalkan melalui lantunan sholawat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan perlombaan, tetapi dapat menjadi bagian dari pembiasaan positif di lingkungan sekolah.
Selain itu, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni untuk memperoleh pengalaman berkompetisi. Mereka dapat belajar menghadapi suasana perlombaan, menerima penilaian, serta memahami bahwa setiap kompetisi harus dijalani dengan sikap sportif.
Puguh menyampaikan, kegiatan tersebut memiliki sejumlah hasil yang diharapkan dapat dirasakan oleh satuan pendidikan. Di antaranya berkembangnya seni Islami di lingkungan sekolah, meningkatnya motivasi peserta didik untuk berprestasi, tumbuhnya nilai-nilai positif, serta semakin kuatnya nilai religius di lingkungan pendidikan.
“Melalui festival lomba siswa seni cabang hadroh, diharapkan peserta didik dapat mengembangkan kemampuan seni, meningkatkan rasa percaya diri, membangun kerja sama tim, serta menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat dan sportif,” ungkapnya.
Bagi para peserta, kesempatan tampil di Pendopo KRT Sosrokoesoemo juga menjadi pengalaman tersendiri. Mereka datang sebagai wakil kecamatan dengan membawa hasil latihan bersama guru pembina dan pelatih di sekolah masing-masing.
Kehadiran para kepala sekolah, guru, pengawas, koordinator wilayah pendidikan, serta guru Pendidikan Agama Islam turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan festival. Dukungan tersebut menjadi bagian dari ekosistem pembinaan yang dibutuhkan agar minat dan kemampuan siswa dapat terus berkembang.
Festival hadroh juga memperlihatkan bahwa kegiatan seni dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Dalam satu kegiatan, siswa memperoleh pengalaman tentang seni, kerja sama, keberanian tampil, kedisiplinan, sekaligus pengenalan terhadap budaya Islami.
Melalui pelaksanaan FLS cabang hadroh ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk berharap kegiatan serupa dapat terus menjadi bagian dari pengembangan potensi peserta didik. Prestasi yang lahir dari perlombaan bukan menjadi satu-satunya tujuan, tetapi proses selama mengikuti kegiatan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka.