#

Pemkab Nganjuk Usulkan Penerima SPHP Jagung Pakan Tahap III

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pertanian terus berupaya mendukung keberlangsungan usaha peternakan ayam melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan tahun 2026. Setelah penyaluran tahap I dan II, Pemkab Nganjuk kini telah menyelesaikan pengusulan calon penerima SPHP jagung pakan tahap III dan tinggal menunggu proses penyaluran.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Sohibatin, menyampaikan bahwa data calon penerima Cadangan Jagung Pemerintah (CJP) tahun 2026 tahap III telah diusulkan kepada Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Data tersebut mencakup nama dan alamat peternak ayam petelur (layer) serta peternak ayam pedaging (broiler) skala mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memenuhi kriteria program.

“Kami sudah mengusulkan data calon penerima manfaat, meliputi data by name by address peternak ayam layer dan broiler skala mikro dan UMKM sesuai dengan ketentuan serta kriteria penerima Cadangan Jagung Pemerintah tahun 2026,” terang Ida.

Ia menjelaskan, penyaluran SPHP jagung pakan dilakukan melalui asosiasi atau koperasi peternak yang selanjutnya mendistribusikan jagung kepada anggota yang telah terdaftar sebagai penerima program sesuai ketentuan.

Pada penyaluran tahap I, Kabupaten Nganjuk tercatat memiliki 21 peternak penerima program berdasarkan data dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian. Total populasi ternak penerima mencapai 117.200 ekor, dengan kebutuhan jagung pakan sekitar 217 ton per bulan.

Ida berharap program ini dapat membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan begitu, biaya produksi dapat ditekan dan keberlangsungan usaha peternakan tetap terjaga.

“Mudah-mudahan program ini bermanfaat bagi para peternak. Harapan kami, ketersediaan jagung pakan dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternakan sehingga harga telur maupun daging ayam bisa tetap stabil,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Eri Cahyono, mengatakan bahwa program SPHP jagung pakan sangat dibutuhkan oleh para peternak, terutama di tengah tingginya harga jagung di pasaran. Pasalnya, jagung merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan pakan ayam.

“Hampir 70 persen komponen pakan ayam petelur di Nganjuk berasal dari jagung. Karena itu, ketersediaan jagung dengan harga yang terjangkau sangat penting untuk membantu peternak menjaga efisiensi biaya produksi,” jelas Eri.

Ia menambahkan, penyaluran jagung pakan di Kabupaten Nganjuk dilakukan melalui koperasi yang bergerak di bidang peternakan, yakni Koperasi Produsen Anjuk Ladang Makmur atau dikenal dengan Koperasi ALAM. Melalui mekanisme tersebut, penyaluran diharapkan dapat menjangkau peternak anggota yang memenuhi persyaratan program.

Eri menjelaskan, kebutuhan jagung pakan untuk tahap II telah tersalurkan dengan jumlah sekitar 10.382 ton. Sementara itu, untuk tahap III, usulan penerima program mencakup peternakan dengan populasi sekitar 193.500 ekor.

“Untuk saat ini, pengusulan penerima SPHP jagung tahap III sudah selesai dan keputusan terkait usulan tersebut juga telah keluar. Proses pengusulan sudah ditutup, sehingga kami tinggal menunggu penyaluran. Apalagi, harga jagung di pasaran masih tinggi, sehingga SPHP jagung sangat dibutuhkan, khususnya oleh peternak ayam petelur maupun ayam pedaging,” bebernya.

Lebih lanjut, Eri mengimbau para peternak yang ingin memperoleh manfaat program SPHP jagung pada periode berikutnya maupun tahun mendatang agar bergabung dengan koperasi atau asosiasi yang berbadan hukum dan bergerak di bidang peternakan.

“Kami mengimbau para peternak yang ingin mendapatkan SPHP jagung pada periode berikutnya atau tahun mendatang agar bergabung dengan koperasi atau asosiasi yang sudah berbadan hukum dan bergerak di bidang peternakan,” pungkasnya.

Melalui program SPHP jagung pakan, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berharap dukungan terhadap sektor peternakan semakin optimal. Selain membantu peternak mengendalikan biaya produksi, program ini diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha peternakan serta mendukung ketersediaan pasokan telur dan daging ayam bagi masyarakat.