#

Pemkab Nganjuk Perkuat Pesantren lewat Bantuan Hidroponik dan Pekarangan Pangan

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk memperluas dukungan terhadap lingkungan pondok pesantren melalui program Santri Tani dalam rangka Hari Santri Nasional 2026. Selain memberikan bimbingan teknis, Pemkab Nganjuk menyerahkan bantuan secara simbolis kepada tujuh pondok pesantren dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kamis (22/10/2026).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk Ida Shobihatin menyampaikan, program tersebut diarahkan untuk mendorong pemanfaatan lahan di sekitar pondok pesantren agar lebih produktif. Kegiatan mencakup pengembangan hidroponik maupun pemanfaatan pekarangan untuk mendukung kebutuhan pangan.

Dari tujuh pondok pesantren penerima program, bantuan hidroponik diberikan sebanyak delapan paket kepada empat pondok pesantren. Sementara tiga pondok pesantren lainnya mendapatkan bantuan berupa bahan untuk pengembangan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B).

Tujuh penerima tersebut terdiri atas Pondok Pesantren Tarbiyatul Qur'an Al Faqihiyyah Desa Sonopatik, Pondok Pesantren Darul Muta'alimin Desa Babadan, Pondok Pesantren Al Ubaidah Desa Pelem, Pondok Pesantren Modern Al-Islam Kelurahan Kapas, Pondok Pesantren Al Halim Miftakhul Ula Desa Nglawak, Pondok Pesantren Al Firdaus Al Falah Desa Jekek, serta Pondok Pesantren Gedongsari Desa Tegaron.

Ida menjelaskan, program Santri Tani memiliki sasaran yang lebih luas daripada sekadar menghasilkan tanaman. Pemanfaatan pekarangan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sayuran di lingkungan pesantren sekaligus mendukung ketahanan pangan dari tingkat komunitas.

Program tersebut juga diarahkan untuk memberikan kontribusi terhadap berbagai agenda pembangunan daerah, termasuk upaya percepatan penurunan stunting dan pengendalian inflasi. Ketersediaan bahan pangan dari lingkungan sendiri diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kehidupan sehari-hari di pondok pesantren.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk menggandeng Baznas Kabupaten Nganjuk untuk mendukung penyediaan bantuan hidroponik. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dukungan terhadap pemberdayaan lingkungan pesantren melalui program yang bersifat produktif.

Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro mengatakan, pemerintah daerah berupaya memberikan perhatian kepada santri melalui berbagai program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Menurutnya, bantuan tidak cukup hanya diberikan dalam bentuk sarana, tetapi harus disertai pendampingan agar dapat berkembang.

“Dengan adanya bantuan dan pendampingan ini, harapannya para santri semakin lama punya skill yang lebih dan sudut pandang yang lebih luas. Ketika nanti sudah berada di dunia luar, mereka bisa menyelesaikan dan menjalankan apa pun dengan lebih baik,” ungkap Trihandy.

Rangkaian kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan ayam petelur merah putih dari pemerintah pusat kepada tiga kelompok ternak. Bantuan tersebut diterima Kelompok Ternak Matoan Desa Wengkal Kecamatan Rejoso, Kelompok Ternak Binawa Farm Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom, dan Kelompok Ternak Sumber Bersemi Kecamatan Tanjunganom.

Melalui kombinasi bantuan hidroponik, pengembangan pekarangan pangan, dan dukungan peternakan tersebut, Pemkab Nganjuk mendorong terbentuknya ekosistem pemberdayaan yang produktif. Lingkungan pesantren diharapkan dapat berkembang menjadi ruang yang mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sekaligus membuka peluang kegiatan ekonomi secara bertahap.