#

51 Kontingen SMP Bersaing di Festival Hadrah Hari Santri Nganjuk 2026

Nganjuk, PING – Sebanyak 51 grup hadroh dari jenjang SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Nganjuk mengikuti Festival Hadroh dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Rabu (21/10/2026), dengan menghadirkan para pelajar bersama guru dan pendamping dari berbagai sekolah.

Festival ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Kabupaten Nganjuk sekaligus menjadi ruang bagi para siswa untuk menyalurkan bakat dan kreativitas seni bernuansa Islami. Antusiasme peserta terlihat sejak kegiatan dimulai, ketika puluhan kelompok hadroh dari berbagai sekolah mempersiapkan penampilan terbaik mereka.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang membuka secara resmi kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada para siswa, guru, pendamping, serta jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk yang telah mendukung terselenggaranya festival. Menurutnya, kehadiran para pelajar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo bukan sekadar mengikuti perlombaan, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri.

Kang Marhaen mengajak para siswa untuk berani memiliki cita-cita besar. Ia menggambarkan Pendopo Kabupaten sebagai salah satu tempat yang dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk melihat lebih dekat lingkungan pemerintahan dan membayangkan masa depan yang ingin mereka raih.

“Anak-anakku semuanya harus berani bermimpi. Sekarang kalian datang ke Pendopo, suatu saat nanti ada yang menjadi Bupati, Wakil Bupati, kepala dinas, kepala sekolah, camat, bahkan ada yang menjadi gubernur atau wakil gubernur. Cita-cita itu jangan hanya diimpikan, tetapi harus diperjuangkan,” tutur Kang Marhaen.

Ia juga membagikan pengalaman pribadinya kepada para pelajar mengenai pentingnya membangun keyakinan terhadap cita-cita. Menurutnya, keinginan untuk mencapai sesuatu perlu disertai doa, keberanian melihat peluang, serta kemauan untuk terus berusaha.

Dalam kesempatan tersebut, Kang Marhaen menjelaskan bahwa pelaksanaan festival bertepatan dengan momentum Hari Santri memiliki makna tersendiri. Para pelajar diajak mengenal kembali sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, termasuk Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.

“Acara ini juga untuk menumbuhkan kecintaan kepada para ulama dan santri yang ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Dari momentum Hari Santri ini kita ingin menumbuhkan cinta tanah air, cinta daerah dan cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Menurut Kang Marhaen, semangat tersebut perlu diteruskan oleh generasi muda melalui berbagai kegiatan positif, termasuk seni dan kreativitas. Ia bahkan mendorong para siswa untuk ikut memperkenalkan kegiatan Hari Santri di Kabupaten Nganjuk melalui karya dan konten positif di media sosial.

Ia selanjutnya berpesan agar para pelajar tidak berhenti belajar. Kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan ilmu agama, kata Kang Marhaen, harus berjalan beriringan agar generasi muda memiliki bekal yang kuat dalam menghadapi masa depan.

“Harapan saya, anak-anak Nganjuk belajar, belajar dan belajar. Jangan cepat merasa puas. Jadilah anak-anak yang selalu merasa masih kurang ilmu, sehingga tumbuh semangat untuk terus belajar,” pesannya.

Lebih jauh, Kang Marhaen menilai kegiatan seni seperti festival hadrah juga memiliki manfaat dalam membentuk kepekaan dan karakter peserta didik. Seni, menurutnya, dapat melatih rasa, naluri, keberanian tampil, kemampuan berkomunikasi, serta kepekaan dalam memahami lingkungan sosial.

Selain kemampuan seni, karakter positif juga menjadi nilai penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang menjunjung ilmu agama, sopan santun, kejujuran, kemampuan berkomunikasi, keberanian berorganisasi, serta memiliki sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

Menutup sambutannya, Bupati Marhaen secara resmi membuka Festival Lomba Seni Siswa Pendidikan Agama Islam melalui cabang hadrah tingkat SMP se-Kabupaten Nganjuk dalam rangka memperingati Hari Santri Tahun 2026. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat memberikan pengalaman berharga sekaligus membawa keberkahan bagi para peserta.

Festival yang diikuti 51 grup hadroh dari SMP negeri dan swasta se-Kabupaten Nganjuk tersebut menjadi salah satu wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas, kekompakan, dan kemampuan mereka dalam seni hadroh. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan generasi muda Nganjuk yang berkarakter, berilmu, percaya diri, serta memiliki kecintaan terhadap agama dan tanah air.