#

Karhutla Gunung Wilis di Sawahan, BPBD Nganjuk Bersama Lintas Unsur Berhasil Padamkan Api

Nganjuk, PING – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Hutan Lindung Gunung Wilis, Petak 29 B, RPH Makuto, BKPH Pace, wilayah Desa Bareng, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Rabu (21/10/2026). Kebakaran tersebut kemudian ditangani secara bersama oleh berbagai unsur untuk mencegah api meluas.

Api diketahui sekitar pukul 16.00 WIB oleh petugas Perhutani. Berdasarkan laporan awal, kobaran api kemudian meluas ke arah perbukitan Tapan Sebelas sehingga membutuhkan penanganan di lapangan dengan melibatkan sejumlah unsur terkait.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Nganjuk melalui Pusdalops-PB mengerahkan satu tim beranggotakan enam personel pada Kamis (22/10/2026). Tim tiba di lokasi sekitar pukul 09.51 WIB untuk melakukan asesmen kondisi sekaligus berkoordinasi dengan petugas yang telah berada di lokasi.

Selain melakukan asesmen, BPBD Nganjuk juga memberikan dukungan logistik bagi personel yang terlibat dalam proses penanganan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung kebutuhan petugas selama berada di kawasan terdampak.

Berdasarkan pendataan sementara, luas kawasan hutan dan lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 6,5 hektare. Hingga proses penanganan berlangsung, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Penanganan karhutla dilakukan melalui sinergi lintas unsur. BPBD Kabupaten Nganjuk bersama Agisena BPBD Provinsi Jawa Timur, Koramil Sawahan, Polsek Sawahan, Yonif TP 933 Macan Wilis, Perhutani, LMDH Bareng, Pemerintah Desa Bareng, serta masyarakat bergerak bersama dalam proses pemadaman.

Kondisi medan di kawasan perbukitan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan kebakaran hutan. Karena itu, koordinasi antarpihak diperlukan agar upaya pemadaman dapat dilakukan secara terarah sesuai kondisi di lapangan.

Setelah dilakukan penanganan bersama, api akhirnya berhasil dipadamkan pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian memastikan kondisi di lokasi setelah api dinyatakan padam.

Dalam pendataan sementara, tidak terdapat laporan korban dari personel maupun kerugian material lainnya akibat kejadian tersebut. Kebutuhan darurat di lokasi juga dilaporkan nihil.

BPBD Kabupaten Nganjuk mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran terbuka yang dapat memicu penyebaran api.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api di kawasan hutan maupun lahan. Respons cepat terhadap kemunculan api diharapkan dapat membantu mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

Penanganan karhutla Gunung Wilis ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi berbagai unsur dalam menghadapi kejadian kebencanaan. Dengan kepedulian dan kewaspadaan bersama, kelestarian kawasan hutan dapat terus dijaga sekaligus meminimalkan risiko kebakaran yang dapat mengancam lingkungan.