Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Inovasi Sistem Informasi Pelayanan Pengairan Online (SIPPON) yang digagas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui layanan digital tersebut, permohonan dan aduan masyarakat terkait pengairan dapat tercatat secara terpadu dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.
Salah satu buktinya terlihat dalam pelaksanaan normalisasi saluran irigasi di wilayah Mojorembun–Klagen, Kecamatan Rejoso, Minggu (20/9/2026). Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas permohonan masyarakat yang sebelumnya telah masuk dan terdata melalui platform SIPPON.
Normalisasi dilakukan dengan pengerukan dan pembersihan saluran irigasi untuk membantu mengembalikan fungsi saluran agar aliran air dapat berjalan lebih optimal. Penanganan ini sekaligus menjadi gambaran bagaimana pengaduan masyarakat yang masuk melalui layanan digital dapat diteruskan menjadi pekerjaan nyata di lapangan.
Kepala UPTD PSDA Widas Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk, Titik Nurhayati, mengatakan keberadaan SIPPON memberikan kemudahan dalam menata pelayanan publik di bidang pengairan. Setiap permohonan maupun aduan masyarakat dapat terdokumentasi dalam satu basis data sehingga proses penanganannya menjadi lebih terstruktur.
“Jadi dengan di-launching dan disosialisasikannya inovasi SIPPON ini kami bersyukur. Karena data permohonan dan aduan dari masyarakat terkait gangguan, kerusakan, normalisasi hingga pemanfaatan sedimen bisa terintegrasi satu data,” jelas Titik Nurhayati saat ditemui di lokasi normalisasi.
Menurutnya, sistem satu pintu tersebut juga membantu Dinas PUPR dalam mengelola berbagai permohonan masyarakat secara lebih tertata.
“Artinya, bisa satu pintu aduan dan ter-cover sesuai urutannya,” lanjutnya.
Titik menambahkan, pekerjaan normalisasi di Mojorembun hingga Klagen menjadi salah satu contoh bahwa SIPPON tidak hanya berfungsi sebagai sarana administrasi digital. Lebih dari itu, data yang masuk melalui platform tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan tindak lanjut pekerjaan di lapangan.
“Contohnya, pekerjaan yang kita laksanakan hari ini. Yakni normalisasi di area Mojorembun sampai Klagen, Rejoso. Ini merupakan tindak lanjut permohonan yang ada dalam website SIPPON tersebut,” ungkapnya.
Ia berharap inovasi SIPPON dapat terus dimanfaatkan masyarakat Kabupaten Nganjuk sebagai kanal penyampaian permohonan maupun aduan terkait layanan pengairan.
“Semoga inovasi SIPPON ini terus memberikan manfaat untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk,” tandasnya.
Dengan sistem pelayanan berbasis digital dan integrasi data satu pintu, Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk terus mendorong penanganan infrastruktur pengairan agar lebih terukur dan sesuai kebutuhan masyarakat. Keberadaan SIPPON diharapkan semakin memperkuat respons pelayanan, sekaligus mendukung kelancaran irigasi bagi sektor pertanian dan kenyamanan lingkungan warga.