Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Komando Distrik Militer (Kodim) 0810/Nganjuk menyelenggarakan kegiatan penyuluhan dan edukasi kesehatan bagi seluruh jajaran prajurit dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Kabupaten Nganjuk, Kamis (24/9/2026). Kegiatan ini menghadirkan dokter spesialis saraf, dr. Dyah Anetta Afri Rukmi, Sp.S., yang memaparkan materi terkait deteksi dini penyakit stroke, sekaligus bekerja sama dengan Klinik Mata Ayuswi dan Poliklinik Kesehatan (Polkes) Kabupaten Nganjuk.
Inisiatif penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan atas gugurnya sejumlah personel akibat serangan komplikasi saraf dan pembuluh darah di otak. Dalam sambutannya, Komandan Kodim (Dandim) 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, menegaskan pentingnya keterbukaan prajurit dalam memeriksakan kondisi fisik sejak dini.

"Kemarin dari empat anggota kami yang mendahului kita, tiga di antaranya karena pecah atau penyempitan pembuluh saraf di otak. Karena itulah hari ini kita hadir bersama untuk mendengarkan edukasi kesehatan langsung dari ahlinya," ujar Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti.
Dandim menyoroti beberapa fenomena dan stigma kesehatan yang masih kerap menjangkiti anggotanya, seperti rasa takut menjalani pemeriksaan kesehatan berkala (rikkes) serta kekhawatiran yang keliru terhadap konsumsi obat rutin.
"Ada semacam ketakutan kalau dirikkes penyakitnya justru ketahuan semua, lalu tensi malah naik karena kepikiran. Ada juga ketakutan kalau divonis darah tinggi, minum obat rutin tiap hari bisa merusak ginjal. Melalui penyuluhan ini, kami ingin tahu mana yang mitos dan mana yang fakta medis," tegasnya.
Selain meluruskan pemahaman yang keliru, Dandim juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, khususnya para istri, dalam mengawasi kedisiplinan berobat. Penyakit kronis seperti hipertensi hingga gagal ginjal tidak muncul secara mendadak, melainkan akumulasi dari kondisi tubuh yang tidak terpantau dan diabaikan bertahun-tahun.

"Bapak-bapaknya kalau hasil tensinya tinggi, sampai di rumah para ibu harus langsung bawa berobat dan ditunggui. Jangan takut dengan jarum suntik atau dokter. Penyakit tidak tiba-tiba langsung parah tanpa ada proses sebelumnya," tambah Dandim diiringi imbauan santai kepada para anggotanya.
Sebagai langkah konkret pencegahan, Dandim mengajak jajaran Kodim 0810/Nganjuk untuk membudayakan pola hidup sehat:

"Mati itu takdir, sakit itu suratan, tetapi sehat adalah pilihan. Salah satu ikhtiar untuk memilih sehat adalah melalui edukasi seperti ini. Kesehatan bukan cuma untuk mendukung tugas ketentaraan, melainkan bentuk tanggung jawab kita kepada diri sendiri dan keluarga hingga masa purnatugas nanti," pungkas Letkol Taufan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis deteksi dini stroke oleh dr. Dyah Anetta Afri Rukmi, Sp.S., yang meliputi pengenalan gejala awal serangan, tindakan pertolongan pertama, hingga pemeriksaan tensi dan konsultasi kesehatan langsung bagi para peserta.