#

Tutup Orientasi 700 PPPK, Bupati Nganjuk Tekankan Integritas dan Disiplin dalam Pelayanan Publik

Nganjuk, PING – Sebanyak 700 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengikuti Upacara Penutupan Orientasi Pengenalan Nilai dan Etika Instansi Pemerintah Tahun 2026 di Alun-Alun Nganjuk, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penguatan komitmen aparatur dalam menerapkan nilai-nilai ASN dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Upacara dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dengan dihadiri Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Kepala BKPSDM Kabupaten Nganjuk, serta jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Nganjuk.

Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menyelesaikan rangkaian orientasi sejak 24 Agustus 2026. Ia berharap pembelajaran yang diperoleh selama kegiatan menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai aparatur pemerintah.

Menurut Kang Marhaen, pemahaman terhadap peraturan perundang-undangan, nilai instansi, dan etika ASN harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Orientasi tidak cukup hanya diselesaikan sebagai tahapan kepegawaian, tetapi perlu dibuktikan melalui perubahan sikap dan cara kerja yang lebih profesional.

Ia meminta seluruh PPPK untuk menerapkan kedisiplinan, kejujuran, dan komitmen dalam menjalankan tugas di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Setiap pegawai diharapkan memahami bahwa tanggung jawab sebagai ASN melekat pada pelaksanaan pekerjaan, baik ketika mendapatkan pengawasan pimpinan maupun saat bekerja secara mandiri.

“Jadikan nilai dan etika yang diperoleh selama orientasi sebagai pedoman dalam bekerja. Tetaplah menjadi pribadi yang jujur, disiplin, dan konsisten melakukan hal-hal baik, meskipun tidak selalu berada dalam pengawasan pimpinan,” pesan Kang Marhaen.

Selain integritas, Bupati menekankan pentingnya menjaga loyalitas dan profesionalisme dalam menghadapi berbagai tantangan di lingkungan kerja. Ia mengingatkan agar perbedaan situasi maupun lingkungan tidak menjadi alasan bagi aparatur untuk meninggalkan prinsip-prinsip kebaikan dan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.

Kang Marhaen juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan kehidupan keluarga di tengah pelaksanaan tugas kedinasan. Menurutnya, keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga perlu diperhatikan agar para pegawai dapat menjalankan tanggung jawab secara bijak serta menjaga hubungan yang baik dengan orang-orang di sekitarnya.

Dalam hal penempatan dan perpindahan pegawai, Bupati meminta agar setiap pengajuan mempertimbangkan kebutuhan organisasi dan keberlangsungan pelayanan. Khusus tenaga pendidik, perpindahan perlu memperhatikan kondisi satuan pendidikan yang ditinggalkan maupun kebutuhan tenaga di lokasi tujuan agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Ia mendorong komunikasi dan koordinasi antara unit kerja asal dan tujuan untuk menemukan penyelesaian yang sesuai dengan ketentuan. Dengan demikian, kebutuhan pegawai dapat dibicarakan secara proporsional tanpa mengabaikan kepentingan pelayanan masyarakat.

Menutup arahannya, Kang Marhaen mengajak seluruh PPPK untuk bekerja keras dan menjalankan tugas dengan ikhlas. Ia berharap semangat pengabdian tetap terjaga serta menjadi landasan dalam melaksanakan setiap tanggung jawab yang diberikan oleh pemerintah.

Penutupan orientasi ini menjadi awal penerapan hasil pembelajaran bagi 700 PPPK di lingkungan Pemkab Nganjuk. Melalui penguatan integritas, kedisiplinan, dan etika kerja, para aparatur diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang profesional, bertanggung jawab, dan semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk.