#

Hari Tani Nasional 2026, Kang Marhaen Ajak Petani Nganjuk Naik Kelas Jadi Pengusaha Modern

Nganjuk, PING – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak para petani di Kabupaten Nganjuk untuk bertransformasi dari petani yang berorientasi pada kegiatan produksi menjadi petani pengusaha yang mampu mengelola usaha secara modern dan menguntungkan. Pesan tersebut disampaikan dalam Temu Wicara dan Gelar Produk Unggulan Pertanian Tingkat Kabupaten Nganjuk dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke-66 Tahun 2026 di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Aster Dankodaeral V, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas Pertanian Nganjuk, Kepala BPS, Ketua BAZNAS, penyuluh pertanian, kelompok tani, serta sejumlah mitra sektor pertanian. Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk membahas perkembangan pertanian sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

Kang Marhaen sapaan akrabnya, menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu kekuatan utama perekonomian Kabupaten Nganjuk. Keberhasilan pembangunan pertanian memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat.

“Pertanian Nganjuk harus melesat, petaninya juga harus sejahtera. Kita tidak ingin petani hanya berdaya, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan menjadi pengusaha di bidang pertanian,” tegas Kang Marhaen dalam sambutannya.

Menurutnya, perubahan pola pikir menjadi kunci agar petani mampu menghadapi perkembangan zaman. Petani tidak cukup hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga perlu memahami pengelolaan modal, perhitungan biaya produksi, peluang pasar, hingga strategi meningkatkan nilai jual hasil panen.

Kang Marhaen juga menyoroti pentingnya regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda. Ia berharap pertanian semakin diminati anak-anak muda karena memiliki peluang usaha yang luas, terlebih dengan dukungan teknologi dan inovasi yang membuat kegiatan pertanian semakin efisien.

“Sekarang bertani tidak harus selalu bekerja secara konvensional di sawah. Sudah ada drone, internet, dan teknologi pertanian lainnya. Anak-anak muda harus berani masuk, belajar, dan mengembangkan pertanian sebagai usaha yang menjanjikan,” ujarnya.

Pemanfaatan teknologi tersebut perlu diikuti dengan pendampingan yang tepat. Dalam hal ini, penyuluh pertanian memiliki peran strategis untuk memperkenalkan metode budidaya modern, membantu petani meningkatkan keterampilan, serta mendorong penerapan inovasi sesuai kondisi lahan dan komoditas yang dikembangkan.

Bupati Marhaen juga mengajak petani untuk mengoptimalkan potensi komoditas unggulan Nganjuk, mulai dari bawang merah, padi, jagung, kedelai, hingga berbagai tanaman hortikultura. Pengembangan komoditas perlu dilakukan dengan memperhatikan kesesuaian lahan, pola tanam, serta peluang peningkatan produktivitas dan pendapatan.

Selain peningkatan produksi, diversifikasi usaha pertanian juga menjadi perhatian. Kang Marhaen mendorong pengembangan pola tanam yang memungkinkan petani memanfaatkan lahan secara lebih optimal, termasuk melalui tumpangsari dan integrasi dengan sektor peternakan sesuai potensi wilayah.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah berupaya memperkuat dukungan terhadap kegiatan pertanian, termasuk melalui pembangunan infrastruktur pendukung dan akses jalan untuk memperlancar mobilitas petani serta distribusi hasil panen. Dukungan tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pertanian.

Kang Marhaen turut mengajak seluruh pelaku usaha pertanian untuk memperkuat kebanggaan terhadap produk lokal Nganjuk. Menurutnya, hasil pertanian daerah perlu mendapatkan ruang pemasaran yang lebih luas, didukung kualitas produk, pengelolaan usaha, serta kerja sama yang saling menguntungkan antara petani dan mitra usaha.

Melalui peringatan Hari Tani Nasional ke-66 ini, Pemkab Nganjuk berharap lahir semakin banyak petani muda yang inovatif, mandiri, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha. Transformasi menuju petani pengusaha diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan pertanian Nganjuk yang berdaya saing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.