#

BMKG Rilis Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027: Kabupaten Nganjuk Mulai Diguyur Hujan Akhir November

Nganjuk, PING – Kabupaten Nganjuk diprediksi mulai memasuki musim hujan 2026/2027 secara bertahap pada akhir November hingga awal Desember 2026. Prediksi tersebut disampaikan Stasiun Klimatologi Jawa Timur melalui Press Release Prediksi Awal Musim Hujan 2026/2027.

Berdasarkan prakiraan yang dirilis, datangnya musim hujan di Kabupaten Nganjuk tidak berlangsung secara serentak di seluruh wilayah. Sejumlah wilayah diperkirakan lebih dahulu memasuki musim hujan pada November dasarian III, sementara wilayah lainnya menyusul pada Desember dasarian I.

Wilayah yang diprediksi memasuki musim hujan lebih awal berada di kawasan lereng pegunungan dan bagian selatan Kabupaten Nganjuk. Sebanyak empat kecamatan masuk dalam periode November dasarian III atau sekitar akhir November 2026.

Keempat wilayah tersebut meliputi Kecamatan Loceret, Ngetos, Pace, dan Sawahan. Masyarakat di wilayah tersebut dapat mulai memperhatikan perubahan pola cuaca dan mempersiapkan aktivitas yang berkaitan dengan datangnya musim hujan.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Nganjuk lainnya diperkirakan memasuki musim hujan pada Desember dasarian I atau awal Desember 2026. Periode tersebut mencakup 16 kecamatan yang tersebar di wilayah dataran rendah hingga kawasan perkotaan.

Wilayah yang masuk dalam prakiraan awal musim hujan pada Desember dasarian I tersebut yakni Kecamatan Bagor, Baron, Berbek, Gondang, Jatikalen, Kertosono, Lengkong, Nganjuk, Ngluyu, Ngronggot, Patianrowo, Prambon, Rejoso, Sukomoro, Tanjunganom, dan Wilangan.

Perbedaan waktu masuknya musim hujan tersebut menunjukkan bahwa kondisi cuaca di masing-masing wilayah dapat mengalami perubahan secara bertahap. Karena itu, informasi prakiraan awal musim hujan menjadi salah satu bahan yang dapat digunakan masyarakat dalam menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca.

Bagi sektor pertanian, informasi tersebut juga dapat menjadi pertimbangan dalam menyiapkan pola tanam. Petani dapat menyesuaikan persiapan lahan dan kebutuhan budidaya dengan perkembangan kondisi hujan di masing-masing wilayah.

Selain pertanian, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca pada masa peralihan menuju musim hujan. Kondisi tersebut dapat disertai perubahan cuaca yang berlangsung cepat sehingga kesiapsiagaan tetap diperlukan.

Instansi terkait juga dapat memanfaatkan informasi prakiraan tersebut sebagai bahan dalam melakukan langkah antisipasi menghadapi periode musim hujan. Koordinasi dan kesiapan di tingkat wilayah menjadi bagian penting untuk menghadapi potensi kejadian hidrometeorologi.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan iklim dari sumber resmi, karena prakiraan awal musim hujan merupakan gambaran kondisi secara periodik dan dapat diperbarui mengikuti perkembangan atmosfer.

Dengan adanya prediksi awal musim hujan 2026/2027 ini, kesiapan masyarakat, sektor pertanian, dan instansi terkait diharapkan dapat dilakukan lebih awal. Langkah tersebut penting agar aktivitas masyarakat dapat menyesuaikan dengan perubahan musim sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kondisi hidrometeorologi selama musim hujan.