Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING - Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 yang dirangkaikan dengan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Selasa (03/11/2026).
Momentum strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kabupaten Nganjuk, serta ratusan kader Tim Penggerak PKK dari tingkat kecamatan hingga desa.
Mengusung fokus penguatan 10 Program Pokok PKK guna menyukseskan Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045, agenda tahunan ini diarahkan untuk memperteguh peran keluarga dan membangkitkan kembali swadaya warga dalam mengatasi tantangan pembangunan daerah.

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi dalam sambutannya menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi paling dasar dan ujung tombak keberhasilan pembangunan daerah. Menurutnya, keharmonisan rumah tangga menjadi cerminan langsung atas kinerja dan stabilitas sosial di ruang publik maupun kedinasan. Beliau menggarisbawahi bahwa kunci terciptanya rumah tangga yang harmonis terletak pada sikap saling menerima kekurangan, membangun komunikasi yang hangat, dan tidak menuntut kesempurnaan mutlak dari pasangan. Suasana rumah tangga yang sejuk dan bahagia dinilai akan melahirkan ketenangan batin yang berpengaruh positif terhadap dedikasi dalam melayani masyarakat.
"Pembangunan daerah itu mulainya dari keluarga. Kalau di dalam keluarga sudah tercipta suasana yang hebat, harmonis, dan bahagia, maka pembangunan di sektor lainnya pun akan ikut terangkat. Rumah tangga adalah tempat berpulang yang harus dijadikan surga, tempat saling melengkapi kekurangan satu sama lain," ujar Kang Marhaen sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Kang Marhaen juga menyoroti esensi pelaksanaan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat yang berakar kuat dari nilai luhur Pancasila. Masyarakat Nganjuk dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi serta kepedulian yang mendalam terhadap lingkungan sekitarnya. Karakter kepedulian tersebut, lanjutnya, harus terus digerakkan secara terarah dan terpadu, seperti dalam penanganan stunting melalui intervensi gizi tepat sasaran, pengembangan produk unggulan kampung mandiri, serta pemberdayaan UMKM lokal. Dukungan konkret antarwarga dan lintas pemangku kepentingan menjadi kunci utama agar program pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan.
Senada dengan arahan kepala daerah, Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk, Ny. S. Wahyuni Marhaen, membacakan amanat yang menegaskan bahwa peringatan HKG PKK bukan sekadar seremonial rutin, melainkan panggilan aksi untuk meneguhkan komitmen pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Gerakan PKK dengan jutaan kader sukarela di seluruh pelosok negeri, mulai dari tingkat pusat hingga kelompok Dasa Wisma, merupakan modal sosial raksasa sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam menciptakan ketahanan pangan, pemenuhan gizi keluarga, pendidikan karakter anak, serta perluasan akses keadilan bagi perempuan.

"Seluruh aktivitas dan program yang kita jalankan harus benar-benar kembali pada esensi gerakan, yaitu memberdayakan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa. Dari keluarga lah nilai-nilai moral ditanamkan, kesehatan dijaga, dan karakter generasi penerus dibentuk. Penguatan program PKK adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan peradaban," tutur Ny. S. Wahyuni Marhaen.
Rangkaian peringatan HKG PKK ke-54 dan BBGRM XXIII ini turut dimeriahkan dengan bazar produk UMKM lokal, penyerahan bantuan sosial dan santunan kepada keluarga rentan, pemberian penghargaan bagi desa dan kader berprestasi, serta ditutup dengan agenda panen bersama sayuran segar di area green house.
Melalui perpaduan aksi sosial dan ketahanan pangan ini, Pemkab Nganjuk bersama TP PKK optimis sinergi gotong royong masyarakat semakin solid dalam menyongsong kesejahteraan yang berkelanjutan.