#

Buka Akses Pendidikan, Pemkab Nganjuk Optimalkan Penanganan ATS Lewat Program Paket

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui Dinas Pendidikan terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui Gerakan Kembali Bersekolah. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Optimalisasi Penanganan Anak Tidak Sekolah melalui Penguatan Pendidikan Karakter pada Warga Belajar Kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C yang digelar di Balai Desa Mabung, Kecamatan Baron, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, lembaga pendidikan, orang tua atau wali, serta calon warga belajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk kembali mengakses pendidikan melalui jalur nonformal.

Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Prima Artika Pratiwi, dalam laporannya menyampaikan bahwa Gerakan Kembali Bersekolah merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan pendidikan yang layak, berkualitas, dan tanpa diskriminasi.

Menurutnya, melalui pendidikan kesetaraan, warga belajar dapat membangun kembali semangat untuk menempuh pendidikan, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperoleh bekal pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan. Program ini juga menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang belum menyelesaikan jenjang pendidikan formal.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, Puguh Harnoto, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu komponen penting dalam pembangunan masyarakat, selain kesehatan dan infrastruktur. Pemerintah daerah terus berupaya memastikan generasi muda mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan, baik melalui jalur formal maupun nonformal.

Ia menjelaskan, pendidikan kesetaraan yang dikelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat menempuh atau menyelesaikan pendidikan formal. Paket A setara dengan jenjang sekolah dasar, Paket B setara sekolah menengah pertama, sedangkan Paket C setara sekolah menengah atas.

Puguh juga meminta para warga belajar agar tidak merasa rendah diri ketika mengikuti pendidikan kesetaraan. Menurutnya, ijazah yang diperoleh melalui program tersebut dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun memenuhi persyaratan memasuki dunia kerja.

“Jangan dipandang sebelah mata, pandanglah dengan dua mata. Paket A, Paket B, dan Paket C ini kita galakkan agar masyarakat memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta, khususnya warga belajar yang masih berusia muda, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sungguh-sungguh. Ia berharap peserta tidak berhenti di tengah jalan dan dapat menyelesaikan pendidikan sesuai jenjang yang ditempuh. “Tetap semangat, teruskan sampai lulus,” pesannya.

Dalam upaya memperluas jangkauan penanganan ATS, Dinas Pendidikan juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, PKBM, serta berbagai unsur masyarakat. Puguh menekankan pentingnya pendataan warga yang belum menuntaskan pendidikan agar dapat diarahkan mengikuti program kesetaraan sesuai jenjang yang dibutuhkan. Upaya tersebut juga menjangkau kelompok masyarakat di lembaga pembinaan yang masih membutuhkan akses pendidikan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk berharap penguatan pendidikan karakter dapat berjalan seiring dengan peningkatan akses pendidikan kesetaraan. Dukungan orang tua, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk mendorong warga belajar kembali bersekolah, menyelesaikan pendidikan, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.