#

23 Siswa PAUD Tunas Bangsa Balongrejo Belajar Mitigasi Bencana di BPBD Nganjuk

Nganjuk, PING – Mengenalkan kesiapsiagaan menghadapi bencana tidak harus menunggu anak-anak beranjak dewasa. Melalui pembelajaran yang menyenangkan, pengetahuan tentang kebencanaan dapat ditanamkan sejak usia dini agar anak lebih mengenal bahaya dan memahami cara melindungi diri.

Hal inilah yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk melalui kegiatan edukasi kebencanaan bagi 23 siswa PAUD Tunas Bangsa, Desa Balongrejo, Kecamatan Bagor, Selasa (3/11/2026).

Kedatangan para siswa disambut dengan suasana ceria dan penuh antusias. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak mengenal berbagai jenis potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekitar, mulai dari kekeringan akibat musim kemarau, gempa bumi, hingga banjir.

Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami anak-anak. Melalui pendekatan tersebut, para siswa diperkenalkan pada kondisi yang berpotensi membahayakan serta pentingnya mengetahui langkah-langkah keselamatan ketika menghadapi situasi darurat.

Tidak hanya mendapatkan penjelasan teori, para peserta juga dikenalkan dengan materi water rescue atau penyelamatan di air. Anak-anak diajak mengetahui fungsi peralatan penyelamatan yang digunakan petugas BPBD dalam menjalankan tugas penanganan bencana.

Keseruan semakin terasa ketika para siswa berkesempatan melihat secara langsung kendaraan operasional dan sarana penyelamatan milik BPBD Kabupaten Nganjuk. Bahkan, mereka juga mendapatkan pengalaman menaiki truk serbaguna BPBD yang menjadi salah satu momen menarik selama kunjungan berlangsung.

Agar suasana belajar tidak membosankan, kegiatan dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi sederhana, bernyanyi bersama, serta pengenalan berbagai perlengkapan penanggulangan bencana. Cara ini membuat anak-anak lebih mudah menerima informasi sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap tugas para petugas kebencanaan.

Melalui kegiatan tersebut, BPBD Kabupaten Nganjuk berupaya membangun pemahaman kebencanaan sejak usia dini. Anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal berbagai jenis bencana, tetapi juga mulai memahami pentingnya menjaga keselamatan diri dan bersikap waspada terhadap potensi bahaya.

Edukasi semacam ini menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan budaya sadar bencana di lingkungan masyarakat, dimulai dari kelompok usia paling muda. Dengan pengetahuan yang diberikan secara bertahap dan sesuai usia, anak-anak diharapkan memiliki bekal awal dalam menghadapi kondisi darurat.

Melalui program Bocil Tangguh, BPBD Kabupaten Nganjuk terus mengajak generasi muda untuk tumbuh menjadi pribadi yang peduli, berani, dan tanggap terhadap bencana. Sebab, kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas, melainkan pengetahuan penting yang perlu dimiliki setiap orang sejak dini.