#

Sambut Tantangan Zaman, Fashion Show Santri Nganjuk Wadahi Bakat Generasi Penerus Bangsa

Nganjuk, PING – Lomba Fashion Show Santri tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Nganjuk menjadi salah satu agenda dalam rangkaian Games Santri Back to Culture 2026 yang digelar di Pendopo KRT Sosrokoesoemo, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan pelajar, dunia pendidikan, dan media dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional 2026.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Nganjuk yang diwakili Staf Ahli Bupati Nganjuk Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Mokhamad Yasin. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, jajaran PWI Kabupaten Nganjuk, guru pendamping, orang tua, serta para peserta dari SMP dan MTs se-Kabupaten Nganjuk.

Dalam sambutannya, Mokhamad Yasin menyampaikan bahwa terdapat tiga elemen penting yang dapat dilihat dalam kegiatan tersebut, yakni para pelajar sebagai calon generasi penerus, media sebagai bagian dari kehidupan demokrasi, serta semangat santri yang identik dengan proses belajar sepanjang kehidupan.

Menurutnya, keberadaan para siswa dalam kegiatan tersebut memiliki arti penting karena generasi muda merupakan tumpuan harapan keberlanjutan bangsa dan negara. Karena itu, para pelajar perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan berbagai potensi yang mereka miliki sejak berada di bangku sekolah.

Mokhamad Yasin menekankan bahwa kemampuan generasi muda tidak cukup hanya diukur melalui kecerdasan intelektual. Menurutnya, kecerdasan emosional dan keterampilan atau skill juga menjadi modal penting bagi generasi yang nantinya menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja yang semakin kompleks.

“Kalau kita bangga, calon generasi-generasi ini mempunyai potensi dan skill di bidang masing-masing. Untuk menjadi pemimpin, kecerdasan intelektual penting, tetapi kecerdasan emosional dan skill juga menjadi bagian penting dalam menyongsong tantangan masa depan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia memberikan apresiasi kepada PWI Kabupaten Nganjuk yang telah menghadirkan kegiatan bagi para pelajar. Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari kehidupan demokrasi yang perlu terus dijaga keberadaannya.

Mokhamad Yasin menilai kolaborasi antara media, pemerintah, dan dunia pendidikan dapat membuka ruang informasi yang lebih luas. Berbagai kegiatan yang didokumentasikan dan disampaikan melalui media juga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga pengetahuan dan informasi agar tidak mudah hilang.

Ia juga mengingatkan bahwa media memiliki fungsi kontrol sosial. Menurutnya, keterbukaan informasi dan keberadaan media yang menjalankan perannya secara baik diperlukan agar masyarakat dapat memperoleh informasi sekaligus turut mengawasi berbagai proses yang berlangsung di lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan dalam momentum Hari Santri menjadi pengingat bahwa semangat santri tidak hanya berkaitan dengan identitas, tetapi juga dengan tradisi belajar. Mokhamad Yasin menyampaikan prinsip minal mahdi ilal lahdi, yang dimaknainya sebagai semangat belajar sejak lahir hingga akhir kehidupan.

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyampaikan apresiasi kepada PWI beserta seluruh pihak yang terlibat. Games Santri Back to Culture 2026 dinilai menjadi contoh kegiatan kolaboratif yang memberikan ruang bagi pelajar untuk bertemu, belajar, sekaligus mengembangkan potensi mereka melalui kegiatan yang positif.

Melalui kegiatan tersebut, semangat Hari Santri di Kabupaten Nganjuk tidak hanya diwujudkan dalam kegiatan seremonial. Pelajar mendapatkan ruang untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan, sementara kolaborasi dengan media membuka kesempatan bagi tumbuhnya ekosistem informasi yang mendukung perkembangan generasi muda.