Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Pendopo KRT Sosrokoesoemo berubah menjadi panggung kreativitas para pelajar dalam Lomba Fashion Show Santri tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Nganjuk, Minggu (25/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Games Santri Back to Culture 2026 dalam memperingati Hari Santri Nasional 2026.
Para peserta tampil di hadapan juri dan tamu undangan dengan membawa karakter masing-masing. Lomba tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan keberanian tampil di depan publik sekaligus mengolah penampilan melalui busana, sikap, dan cara membawa diri di atas panggung.
Kegiatan dibuka oleh Bupati Nganjuk yang diwakili Staf Ahli Bupati Nganjuk Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Mokhamad Yasin. Pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk, jajaran PWI Kabupaten Nganjuk, guru pendamping, orang tua, dan peserta lomba.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nganjuk Puguh Harnoto mengatakan, fashion show bukan sekadar kegiatan untuk menampilkan busana. Di dalamnya terdapat nilai kerapian, keindahan, komitmen, serta kekompakan yang dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
“Fashion show adalah bagian dari kerapian dan keindahan. Ada komitmen di sana, ada kekompakan di sana,” ujar Puguh dalam sambutannya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk pengembangan potensi siswa di luar pembelajaran akademik. Peserta diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang mungkin tidak selalu terlihat dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.
Puguh meminta para peserta tidak menjadikan hasil perlombaan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Menurutnya, keberanian untuk tampil dan pengalaman mengikuti kompetisi merupakan bagian penting yang dapat dibawa peserta untuk menghadapi berbagai kegiatan pada masa mendatang.

Ia juga memberikan perhatian terhadap proses penjurian. Tiga juri yang ditunjuk diharapkan dapat memberikan penilaian secara objektif karena peserta menggunakan nomor dada, sehingga identitas sekolah tidak menjadi pertimbangan dalam menentukan hasil perlombaan.
Dengan mekanisme tersebut, seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan. Mereka ditantang memberikan penampilan terbaik berdasarkan kemampuan masing-masing tanpa perlu terbebani oleh latar belakang sekolah asal.
Puguh juga menitipkan pesan kepada peserta yang berhasil meraih juara agar tidak bersikap berlebihan terhadap pencapaiannya. Sementara peserta yang belum memperoleh juara diminta menjadikan hasil tersebut sebagai pengalaman untuk memperbaiki kemampuan dan terus berlatih.

Menurutnya, kegiatan seperti fashion show perlu terus mendapatkan ruang karena dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah kepercayaan diri sekaligus belajar menghadapi suasana kompetisi secara sehat. Pengalaman tersebut diharapkan membentuk sikap siap tampil, mampu menerima hasil, dan tetap menghargai peserta lainnya.
Rangkaian Fashion Show Santri dalam Games Santri Back to Culture 2026 pun menjadi bagian dari peringatan Hari Santri yang dikemas melalui pendekatan kreatif. Selain menghadirkan hiburan, kegiatan tersebut memberikan ruang aktualisasi bagi pelajar SMP dan MTs untuk mengembangkan potensi, keberanian, kerapian, serta sportivitas dalam suasana yang positif.