#

Tak Dibiarkan Menumpuk, Sampah dan Sangkrah Bambu di DAM Kapas Dibersihkan

Nganjuk, PING – Tumpukan sampah dan sangkrah bambu yang terbawa aliran air di sekitar DAM Kapas, Kelurahan Kramat, Kabupaten Nganjuk, dibersihkan petugas UPTD Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kuncir, Senin (26/10/2026).

Pembersihan tersebut dilakukan bersamaan dengan pemeliharaan skot balok pada bangunan DAM Kapas. Langkah ini menjadi bagian dari perawatan rutin infrastruktur sumber daya air untuk memastikan fungsi bangunan tetap berjalan dengan baik.

Material yang dibersihkan petugas terdiri dari potongan bambu, ranting, serta sampah yang menumpuk di sekitar bangunan pengairan. Material tersebut berpotensi mengganggu kelancaran aliran apabila dibiarkan menumpuk.

Selain membersihkan area sekitar DAM, petugas juga melakukan pemeliharaan skot balok. Komponen tersebut menjadi bagian dari bangunan yang digunakan untuk mengatur aliran maupun ketinggian air sesuai kebutuhan operasional.

Perawatan dilakukan untuk memastikan komponen pengatur air tetap dalam kondisi baik. Dengan demikian, pengelolaan aliran air di sekitar DAM dapat berlangsung sesuai fungsi bangunan.

Kegiatan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air tersebut juga berkaitan dengan kebutuhan pengairan lahan pertanian. Kondisi bangunan yang terawat menjadi salah satu faktor pendukung dalam pengelolaan distribusi air untuk irigasi.

UPTD PSDA Kuncir terus melakukan pemantauan dan pemeliharaan terhadap bangunan pengairan yang menjadi bagian dari jaringan sumber daya air di wilayah kerjanya. Penanganan material yang terbawa arus dilakukan untuk mencegah gangguan pada fungsi bangunan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk melalui pengelolaan sumber daya air juga terus menjaga kondisi infrastruktur pengairan agar dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Di sisi lain, keberadaan sampah dan material bambu yang terbawa aliran menjadi perhatian dalam pemeliharaan saluran dan bangunan air. Tumpukan material yang tidak segera dibersihkan dapat mengurangi kelancaran aliran di sekitar bangunan.

Karena itu, pemeliharaan infrastruktur perlu diikuti dengan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan saluran air. Masyarakat diimbau tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran pengairan agar tidak terbawa arus dan menumpuk di bangunan air.

Melalui pemeliharaan DAM Kapas dan pembersihan material yang mengganggu aliran, kondisi bangunan pengairan diharapkan tetap terjaga. Upaya tersebut menjadi bagian dari pengelolaan sumber daya air untuk mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya sektor pertanian.