Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Alun-Alun Nganjuk, Rabu (28/10/2026). Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat tentang pentingnya meneruskan semangat perjuangan pemuda melalui aksi nyata, pengembangan sumber daya manusia, dan kepedulian terhadap sesama.
Dalam amanatnya, Bupati Marhaen mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928 merupakan tonggak penting perjalanan bangsa Indonesia. Para pemuda kala itu menunjukkan komitmen untuk mengatasi perbedaan, memperjuangkan persatuan, dan membangun kesadaran sebagai satu bangsa, yakni bangsa Indonesia.
Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda masa kini. Peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak cukup dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat tekad bersama dalam memajukan daerah dan negara.

Bupati Marhaen juga menekankan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan megahnya bangunan. Lebih dari itu, kualitas sumber daya manusia serta pembentukan karakter generasi muda menjadi faktor penting dalam menentukan masa depan bangsa.
“Yang diperjuangkan adalah bagaimana berkembangnya sumber daya manusia,” demikian pesan Bupati Marhaen dalam amanatnya. Ia berharap generasi muda Nganjuk mampu meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan potensi, serta mengambil peran dalam pembangunan sesuai bidang dan profesinya masing-masing.
Sebagai bagian dari upaya mendukung pendidikan generasi muda, Bupati Marhaen turut menyampaikan rencana pemberian beasiswa bagi anak-anak Nganjuk. Ia berharap kesempatan tersebut dapat membantu generasi muda melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan meraih cita-cita yang diinginkan.
Mengangkat semangat perjuangan pemuda, Bupati Marhaen mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, membuktikan kecintaan terhadap Indonesia dan Kabupaten Nganjuk melalui tindakan nyata. Menurutnya, rasa cinta terhadap tanah air tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata atau unggahan di media sosial, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku dan kontribusi sehari-hari.

Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan adalah mendukung produk lokal. Bupati mengajak masyarakat untuk bangga, membela, dan membeli produk-produk Nganjuk. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu menggerakkan perekonomian daerah sekaligus memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terus berkembang.
Selain mencintai daerah, Bupati Marhaen berpesan agar generasi muda berani bermimpi dan mencoba hal-hal baru. Ia mendorong para pelajar untuk memiliki cita-cita yang jelas, tidak takut menghadapi tantangan, serta terus berusaha mewujudkan harapan melalui kerja keras dan kemauan untuk belajar.
Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan. Karena itu, generasi muda perlu dibiasakan menghadapi tantangan, mengevaluasi kesalahan, dan bangkit kembali ketika mengalami kegagalan. Sikap tersebut penting untuk membentuk pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai persoalan.
Pesan berikutnya yang ditekankan Bupati Marhaen adalah pentingnya membangun empati. Menurutnya, generasi muda tidak hanya perlu memiliki semangat juang dan jiwa patriotisme, tetapi juga harus mampu memahami serta merasakan kondisi yang dialami orang lain. Sikap rendah hati dan kepedulian sosial perlu menjadi bagian dari karakter generasi penerus bangsa.

Empati tersebut dapat diwujudkan mulai dari lingkungan terdekat, seperti menghormati dan membantu orang tua, menghargai guru, peduli terhadap teman, hingga memperhatikan masyarakat yang membutuhkan bantuan. Ia juga mengajak generasi muda untuk peka terhadap kondisi warga yang mengalami kesulitan, termasuk keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni maupun anak-anak yang membutuhkan dukungan untuk terus belajar.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 ini, Bupati Marhaen berharap semangat persatuan yang diwariskan para pemuda tahun 1928 terus hidup dalam tindakan nyata generasi masa kini. Dengan keberanian bermimpi, ketangguhan menghadapi kegagalan, kecintaan terhadap produk lokal, serta kepedulian terhadap sesama, generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mewujudkan Kabupaten Nganjuk dan Indonesia yang semakin maju.