#

Hari Kedua Digital Career Preparation, Pemkab Nganjuk Ajak Talenta Lokal Berani Pasang Nilai Diri

Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk terus berkomitmen mendorong talenta lokal agar mampu bersaing dan menembus pasar kerja profesional maupun global. Memasuki hari kedua pelaksanaan pelatihan Digital Career Preparation, Rabu (28/10/2026), antusiasme puluhan peserta muda kian meningkat dengan hadirnya sesi pembekalan karir digital yang aplikatif dan relevan dengan tantangan industri saat ini.

Pada sesi kali ini, pelatihan menghadirkan narasumber profesional, Chey Yuanita, yang membawakan materi bertajuk "Know Your Worth, Show Your Value". Materi ini berfokus pada pentingnya mengenali nilai kompetensi diri, membangun positioning, serta menyusun strategi personal branding yang terarah.

Dalam paparannya, Chey Yuanita menekankan pentingnya memahami tren “know your worth” secara tepat. Menurutnya, konsep tersebut bermakna bahwa setiap individu harus memahami nilai riil dari keterampilan (skills) yang dimiliki dan berani menetapkan tarif atau nilai imbalan yang sepadan.

"Kenali nilai skill yang Anda miliki dan pasang rate sesuai dengan nilai yang Anda tawarkan ke industri. Jangan sampai undercharge, miliki batasan (boundaries) yang jelas, serta jangan ragu menolak penawaran yang tidak layak. Sudah saatnya talenta muda berhenti bekerja hanya demi iming-iming exposure semata," tegas Chey di hadapan para peserta.

Selain pemahaman nilai diri, materi berlanjut pada pembahasan personal brand sebagai aset terbesar bagi para profesional dan pekerja lepas (freelancer). Chey membagikan rumus fundamental dalam membangun citra profesional:

Personal Brand = Reputation + Visibility + Consistency

Ia menjelaskan rincian dari ketiga pilar tersebut:

  • Reputation: Mengakar pada reputasi tentang keahlian spesifik apa seseorang dikenal serta apa rekam jejak atau bukti nyatanya.
  • Visibility: Mengukur seberapa mudah dan cepat calon klien atau pemberi kerja dapat menemukan portofolio dan profil kita.
  • Consistency: Konsistensi dalam menampilkan kualitas dan identitas diri yang selaras secara berulang di berbagai kesempatan.

Lebih lanjut, Chey meluruskan anggapan keliru mengenai personal branding di era digital. Ia menegaskan bahwa personal brand bukanlah sekadar logo estetik ataupun tingginya jumlah pengikut di media sosial, serta tidak selalu berarti harus menjadi seorang influencer.

"Media sosial hari ini berfungsi sebagai etalase portofolio kerja. Seribu pengikut yang tepat dan relevan dengan bidang industri Anda jauh lebih berharga daripada seratus ribu pengikut yang tidak memiliki kaitan dengan target pasar atau calon klien," imbuhnya.

Selama pelatihan berlangsung, peserta tidak hanya menyimak materi teoretis, tetapi juga diajak secara langsung menyusun draf personal brand masing-masing, membedah blind spot karir, menentukan strategi positioning harga secara percaya diri, serta merumuskan cara agar profil mereka mudah diingat oleh calon mitra maupun klien potensial.

Melalui agenda lanjutan ini, Pemkab Nganjuk berharap para peserta tidak hanya memiliki keterampilan teknis yang mumpuni, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, integritas profesional, dan daya saing tinggi untuk menembus pasar kerja nasional hingga global.