Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Pemerintah Kabupaten Nganjuk menegaskan komitmennya untuk mendukung program kemandirian pangan yang dicanangkan pemerintah pusat. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Nganjuk saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan dalam kunjungan kerja penyaluran Bantuan Pangan Beras alokasi Oktober–Desember di Desa Kwagean, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Minggu (25/10/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan program bantuan pangan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nganjuk menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengambil peran dalam mendukung berbagai kebijakan pemerintah pusat, khususnya program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan penguatan sektor pangan.

“Pemerintah Kabupaten Nganjuk siap mendukung penuh program kemandirian pangan yang dicanangkan oleh pemerintah pusat. Kami akan terus bersinergi memastikan seluruh program kerakyatan, mulai dari penyaluran bantuan, optimalisasi koperasi desa, hingga penguatan sektor pertanian lokal, berjalan lancar dan tepat sasaran demi kesejahteraan masyarakat Nganjuk,” tegas Bupati Nganjuk.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pangan tidak hanya berjalan pada tataran program, tetapi juga memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sementara itu, Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa pemerintah terus mengawal berbagai program yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni penyaluran bantuan pangan beras sebagai bentuk perlindungan sosial bagi masyarakat.

Zulkifli Hasan menyebut bantuan beras darurat disalurkan secara rapel sebanyak 30 kilogram kepada 33,2 juta warga. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekaligus memberikan perlindungan di tengah dinamika harga bahan pokok.
Selain bantuan pangan, pemerintah juga memberikan subsidi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Melalui kebijakan tersebut, harga beras SPHP disebut turun menjadi Rp12.500 per kilogram sehingga diharapkan dapat membantu menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Penguatan ketahanan pangan juga dilakukan melalui pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes). Koperasi tersebut diarahkan untuk turut mendistribusikan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat, termasuk bahan pangan, pupuk, dan gas elpiji bersubsidi.
Keberadaan Kopdes diharapkan dapat memperpendek rantai distribusi sehingga kebutuhan masyarakat dapat diperoleh melalui jalur yang lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada rantai tengkulak. Langkah tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang mendukung kemandirian masyarakat.

Di sisi lain, penguatan program pangan juga berjalan seiring dengan pengawalan program Makan Bergizi Gratis di daerah. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan terus membangun koordinasi agar berbagai program pangan tersebut dapat berjalan secara terpadu dan memberikan dampak bagi masyarakat.
Melalui kunjungan kerja tersebut, Pemerintah Kabupaten Nganjuk kembali menunjukkan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan. Dukungan tersebut diarahkan agar berbagai program pangan dan perlindungan sosial dapat terlaksana secara tepat sasaran serta memberikan manfaat bagi masyarakat Nganjuk.