Peringati HUT ke-27 DWP, Pemkab Nganjuk Gelar Senam Bersama hingga Gerakan Pangan Murah
- 06-11-2026
Nganjuk, PING – Sebanyak 117 peserta didik TK Muslimat NU An-Nawawi mengikuti kunjungan edukasi ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk, Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat dunia kebencanaan sekaligus belajar mengenai pentingnya kesiapsiagaan sejak usia dini.
Dengan penuh antusias, para peserta didik yang dalam kegiatan tersebut disebut sebagai “Bocil Tangguh” diajak mengenal tugas dan peran BPBD dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Mereka mendapatkan pengenalan mengenai bagaimana upaya penanggulangan bencana dilakukan, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan saat bencana hingga pemulihan setelah bencana.

Kegiatan dikemas dengan pendekatan yang sesuai dengan usia anak sehingga materi kebencanaan dapat diterima secara lebih menyenangkan. Para peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan dari petugas, tetapi juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung melalui sesi tanya jawab.
Antusiasme terlihat ketika anak-anak secara aktif mengajukan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan yang diberikan oleh petugas BPBD. Suasana edukasi pun berlangsung hangat dan ceria, dengan rasa ingin tahu peserta didik yang cukup tinggi terhadap tugas para petugas kebencanaan.
Kalaksa BPBD Kabupaten Nganjuk, Sutomo, menyampaikan bahwa pengenalan kebencanaan kepada anak-anak merupakan bagian penting dalam membangun budaya sadar bencana. Menurutnya, edukasi tidak harus selalu diberikan kepada orang dewasa, tetapi juga perlu dikenalkan kepada anak-anak dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.

“Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini tentang keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana. Tentunya materi disampaikan dengan bahasa dan metode yang sesuai dengan usia mereka, sehingga anak-anak bisa belajar tanpa merasa takut,” ujar Sutomo.
Ia menambahkan, melalui kegiatan kunjungan seperti ini, anak-anak juga dapat mengetahui bahwa petugas kebencanaan memiliki peran dalam membantu masyarakat ketika terjadi bencana. Pengenalan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan keberanian sekaligus kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama.
Selain mengenal profesi petugas BPBD, para peserta didik juga diarahkan untuk memahami pentingnya menjaga keselamatan diri. Sikap waspada terhadap lingkungan sekitar menjadi salah satu hal sederhana yang dapat mulai dibangun sejak masa kanak-kanak.
Menurut Sutomo, kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pembentukan pengetahuan dan kebiasaan terkait keselamatan perlu dilakukan secara bertahap, termasuk melalui lingkungan sekolah dan keluarga.

Kunjungan edukasi tersebut sekaligus menjadi ruang pembelajaran di luar kelas bagi peserta didik TK Muslimat NU An-Nawawi. Dengan melihat langsung aktivitas di lingkungan BPBD, anak-anak memperoleh pengalaman yang berbeda sekaligus mengenal lebih dekat pekerjaan para petugas penanggulangan bencana.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para “Bocil Tangguh” tidak hanya mengenal profesi kebencanaan, tetapi juga mulai memiliki sikap waspada, peduli, berani, serta memahami pentingnya keselamatan diri dan orang-orang di sekitarnya.
Edukasi kebencanaan sejak usia dini menjadi langkah sederhana untuk membangun generasi yang lebih siap menghadapi berbagai potensi risiko bencana. Dari lingkungan pendidikan, kesadaran dan budaya kesiapsiagaan dapat ditanamkan secara bertahap untuk menciptakan masyarakat Nganjuk yang semakin tangguh menghadapi bencana.